Pulau Laki memiliki kawasan yang masih asri, air laut yang bening, dan keanekaragaman biota laut. Pulau ini juga menawarkan keindahan pemandangan sunset.
Para akademisi biasa datang ke pulau berpasir putih ini untuk mempelajari burung. Terdapat 27 spesies burung yang dapat dijumpai, di antaranya Perkutut (Geopelia striata) dan Gagak Hutan (Corvus enca).
Lalu bagaimana menuju ke kawasan ini? Pulau Laki dapat dijangkau dari Pantai Mauk di Tangerang menggunakan kendaraan seperti speed boat selama 25 menit.
Pengunjung bisa menggunakan kapal motor dari Pantai Mauk maupun Muara Angke, Jakarta Utara. Tersedia juga tempat untuk berkemah.
Baca Juga:Sempat Buron, Pengedar Sabu 5 Kg Ditangkap Polres Kepulauan Seribu di Banten
Sejarahnya, Pulau Laki dahulu merupakan gudang rempah-rempah milik VOC di masa Hindia Belanda. Beberapa gedung peninggalan VOC juga masih ditemukan berdiri, salah satunya bekas kelab malam.
Nama Pulau Laki diambil karena pulau ini menjadi tempat para tentara Hindia Belanda “ngalakian”. Dahulu perempuan pribumi dibawa ke pulau ini untuk menjadi pemuas nafsu tentara.
Itu dia seluk beluk Pulau Laki, pulau tak berpenghuni yang menjadi lokasi tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air. Meski terkesan angker, ternyata Pulau Laki menyimpan sejumlah panorama indah ya!