facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Temuan Akademisi: Belanda Gunakan Kekerasan Berlebihan di Perang Kemerdekaan RI

Galih Priatmojo Kamis, 17 Februari 2022 | 17:13 WIB

Temuan Akademisi: Belanda Gunakan Kekerasan Berlebihan di Perang Kemerdekaan RI
Duta Besar (Dubes) RI untuk Belanda, Mayerfas, menghadiri acara Pembukaan Pameran Revolusi Kemerdekaan Indonesia di Rijksmuseum Belanda pada Kamis (10/2/2022). (Antara / Dokumentasi KBRI Den Haag) (Antara / Dokumentasi KBRI Den Ha)

pemerintah Belanda tidak pernah sepenuhnya mengakui tanggung jawabnya atas penggunaan kekerasan ekstrem yang sistematis

SuaraJogja.id - Sebuah tinjauan sejarah penting menemukan bahwa militer Belanda terlibat dalam "penggunaan kekerasan ekstrem yang sistematis dan meluas" selama perjuangan kemerdekaan Indonesia tahun 1945-1949, dan pemerintah Belanda pada saat itu memakluminya.

Temuan tinjauan oleh akademisi dan pakar dari kedua negara itu diterbitkan pada Rabu malam - sehari sebelum dijadwalkan untuk dirilis - setelah kesimpulan utama telaah itu bocor ke sejumlah media berita Belanda.

Lebih dari 70 tahun kemudian, temuan bahwa Belanda menggunakan kekuatan berlebihan saat berusaha untuk merebut kembali kendali atas bekas jajahannya pada periode segera setelah Perang Dunia Kedua tidak mengejutkan.

Namun pemerintah Belanda tidak pernah sepenuhnya mengakui tanggung jawabnya atas penggunaan kekerasan ekstrem yang sistematis dan meluas itu.

Baca Juga: Menilik Peran Penting Lada Lampung sebagai 'Amunisi' di Era Perang Kemerdekaan

Pemerintahan Perdana Menteri Mark Rutte diperkirakan akan menanggapi temuan itu pada Kamis.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait