"Tetapi tidak ada salahnya ada semacam urgensi dari kelompok negara-negara ini untuk masuk ke konflik ini dan menjadi future broker, peace broker atau penengah begitu," tegasnya.
Riza menyebut secara umum masyarakat internasional apalagi G20 akan menanggung eskalasi dari konflik tersebut jika terus dibiarkan. Sehingga perlu ada terobosan dari segi upaya untuk mengurai konflik geopolitik tersebut.
"Harus ada sesuatu yang menerobos upaya-upaya yang selama ini sudah dilakukan dan sesuatu itu bisa datang dari negara-negara yang tidak tradisional seperti Indonesia, Brasil atau India, kalau kita pakai G20," tandasnya.
Baca Juga:Perang Mulai Berkecamuk, 138 WNI di Ukraina dalam Kondisi Aman