Harga Daging Sapi Diprediksi Akan Naik, Penjual Keluhkan Keuntungan Menurun

Ia sudah mengetahui bahwa harga daging sapi di beberapa daerah sudah naik.

Eleonora PEW | Rahmat jiwandono
Selasa, 01 Maret 2022 | 16:50 WIB
Harga Daging Sapi Diprediksi Akan Naik, Penjual Keluhkan Keuntungan Menurun
Depot daging sapi segar di Jalan Jagalan-Beji, Kalurahan Purwokinanti, Kemantren Pakualaman, Kota Jogja, Selasa (1/3/2022) - (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono)

SuaraJogja.id - Harga daging sapi di sejumlah daerah di Indonesia sudah mengalami kenaikan. Namun, untuk di Kota Jogja, harga daging sapi masih relatif stabil.

Salah satu depot daging sapi segar di Jalan Jagalan-Beji, Kalurahan Purwokinanti, Kemantren Pakualaman, Kota Jogja, Ita, menyampaikan bahwa saat ini harga daging sapi per kilonya Rp130 ribu.

"Harga daging sapi sekarang masih Rp130 ribu, masih stabil, belum ada kenaikan," kata Ita, ditemui SuaraJogja.id, Selasa (1/3/2022).

Namun demikian, ia sudah mengetahui bahwa harga daging sapi di beberapa daerah sudah naik. Ia meyakini, kenaikan itu disebabkan harga sapi yang juga naik.

Baca Juga:Daging Sapi Hilang dari Pasar Tambun Kabupaten Bekasi

"Tapi saya memang sudah mendengar kalau harga daging sapi akan naik. Ya karena pengaruh harga sapinya yang naik sekitar Rp1 juta," papar dia.

Terlebih sebentar lagi akan mendekati bulan puasa, maka harga daging sapi bisa makin mahal. Namun, kenaikan harganya mengikuti kesepakatan dari persatuan penjual daging sapi dan jagal sapi.

"Harus sama soal penetapan kenaikan harganya, tidak boleh beda. Bisa juga sapi-sapinya disimpan dulu kemudian baru dijual ketika mendekati Lebaran, karena butuh banyak daging pas Lebaran," katanya.

Meski akan naik, tapi harga daging sapi yang dijual di pasar tradisional berbeda dengan yang ada di depot. Selisih harga per kilogram bisa mencapai Rp10.000.

"Harga daging sapi di pasar tradisional berbeda dengan harga depot, ya selisihnya sekitar Rp10.000," ujarnya.

Baca Juga:Pedagang Daging Sapi di Jakarta Mogok Jualan

Selain isu kenaikan harga daging sapi yang membayangi, isu antraks yang menjangkiti sapi di Kabupaten Gunungkidul pun dikhawatirkan dapat juga memicu kenaikan daging sapi.

"Ya meski pun saat kulakan dari rumah potong hewan (RPH) sudah dinyatakan bebas antraks tapi enggak menutup kemungkinan harganya besok bisa naik," jelasnya.

Ita tak menampik pelaksanaan PPKM level 3 DIY membuat keuntungannya berjualan daging sapi menurun.

"Seharusnya bisa untung, tapi malah tombok dan saya juga punya angsuran di bank yang harus dibayar, tapi ya tetap dibayar walau tombok," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak