facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kesetaraan Gender di Indonesia Belum Terwujud, Perlu Pemahaman Regulasi hingga Implementasinya

Galih Priatmojo | Rahmat jiwandono Selasa, 08 Maret 2022 | 20:16 WIB

Kesetaraan Gender di Indonesia Belum Terwujud, Perlu Pemahaman Regulasi hingga Implementasinya
Ilustrasi Kesetaraan Gender. (shutterstock)

Advokator LBH Yogyakarta Raudatul Jannah menyatakan bahwa seharusnya perempuan mempunyai hak yang sama dengan laki-laki.

SuaraJogja.id - Badan Eksekutif Keluarga Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (BEM KM UMY) menyelenggarakan agenda BEM TALK’S dengan tema diskusi 'Perempuan Dalam Belenggu'. Ini lantaran perempuan masih kerap mengalami kasus kekerasan serta diskriminasi yang terus diperbincangkan. 

Advokator LBH Yogyakarta Raudatul Jannah menyatakan bahwa seharusnya perempuan mempunyai hak yang sama dengan laki-laki. Namun, hal yang terjadi sampai saat ini budaya patriarki masih sering terjadi di Indonesia dan perempuan sering mengalami sexual abuse in women.

”Dilihat pada kondisi saat ini kekerasan seksual terhadap perempuan masih dominan terjadi di Indonesia, baik di ranah domestik maupun diluar ranah domestik,” jelasnya.

Raudatul memberikan gambaran yang terjadi pada konflik tanah di Desa Wadas, Purworejo Jawa Tengah bahwa banyak sekali perempuan dan anak yang mengalami trauma mendalam akibat tindak represifitas dari aparat. Kasus ini meninggalkan trauma yang mendalam bagi perempuan dan anak-anak. 

Baca Juga: Klarifikasi Warga Wadas Bawa Senjata Tajam, LBH Yogyakarta: Itu Peralatan Kerajinan dan Bertani

"Sehingga mereka merasa tidak nyaman dan dapat menghambat aktivitas warga Wadas. Dari dampak tersebut banyak aktivis perempuan turut ikut serta menyuarakan perjuangan dan turun ke jalan, hal ini membuktikan bahwa negara yang tidak tegas untuk mengurusi kasus kekerasan dan diskriminasi terhadap hak perempuan,” katanya.

Siti Darmawati, Anggota Lembaga Rifka Annisa mengatakan bahwa adanya pelecehan dan kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia disebabkan permasalahan pada kesetaraan gender.

"Hadirnya ketidakadilan gender terjadi adanya marginalisasi perempuan, subordinasi di ranah politik, stereotipe, beban ganda, dan kekerasan. Kekerasan terhadap perempuan berupa fisik, psikis, seksual, ekonomi dan banyak lagi." 

"Kekerasan berbasis gender ini seringkali menggunakan tubuh perempuan sebagai posisi tawaran secara online. Hal ini menciptakan pola pikir tidak adanya korelasi antara pemahaman yang bagus dan pengetahuan tentang perempuan,” paparnya.

Hubungan Internasional UMY Nur Azizah Dosen menambahkan, bukti nyata belum terealisasinya kesetaraan gender dapat dilihat dari diskriminasi pekerjaan, dan stigma pemikiran bahwa pemimpin itu harus laki-laki. Menurutnya, gender quality indeks di Indonesia pada tahun 2021  jika ditelaah masih perlu kebijakan yang mengarahkan kesetaraan gender.

Baca Juga: Proses Hukum Warga Wadas Naik ke Status Penyidikan, LBH Yogyakarta: Tidak Jelas Apa yang Disasar Polisi

"Contohnya dilihat pada regulasi di Indonesia tentang kekerasan seksual belum sesuai dengan implementasinya. Oleh karena itu, perlu ada penekanan bahwa pentingnya pemahaman kesetaraan gender dalam regulasi maupun implementasinya,” katanya. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait