Kejahatan Jalanan Dikhawatirkan Ganggu Pariwisata, Dispar Bantul Bakal Bentuk Tim Keamanan

Dia tak menampik, masalah kejahatan jalanan bisa membuat wisatawan membatalkan kunjungannya ke Bantul.

Eleonora PEW | Rahmat jiwandono
Sabtu, 16 April 2022 | 14:50 WIB
Kejahatan Jalanan Dikhawatirkan Ganggu Pariwisata, Dispar Bantul Bakal Bentuk Tim Keamanan
Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo ditemui wartawan di Komplek Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Kamis (15/4/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

SuaraJogja.id - Terjadinya kasus kekerasan jalanan belum lama ini dikhawatirkan berimbas kepada sektor pariwisata. Dampaknya wisatawan jadi enggan berkunjung lantaran takut jadi sasaran kejahatan jalanan.

Oleh karena itu diperlukan antisipasi, salah satunya dengan membentuk tim di destinasi wisata.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, hingga kini wisata di Bumi Projotamansari belum terganggu dengan isu kejahatan jalanan. Memang ada penurunan kunjungan wisatawan namun itu karena sedang Bulan Ramadhan.

"Wajar kalau ada penurunan kunjungan wisatawan saat bulan puasa tapi itu tidak disebabkan adanya kejahatan jalanan," katanya pada Jumat (15/4/2022).

Baca Juga:Perubahan Pola Pemakaian Narkoba di Jogja, Nadya Mustika Bongkar Masa Lalu Diadopsi

Meski begitu, dia tak menampik, masalah kejahatan jalanan bisa membuat wisatawan membatalkan kunjungannya ke Bantul. Alasannya karena tak ada jaminan keamanan menuju objek wisata.

"Memang bisa (kejahatan jalanan) berdampak sektor wisata sehingga orang yang tadinya akan berlibur ke Bantul tapi tidak jadi," tuturnya.

Apalagi sebagian rombongan wisatawan ada yang tiba di destinasi wisata saat pagi sebelum subuh. Kemudian berwisata hingga sore hari.

Karena itu, jajarannya sudah berkomunikasi dengan TNI-Polri guna membentuk tim keamanan di objek-objek wisata. Sehingga bisa meminimalisir potensi terjadinya kejahatan jalanan di tempat wisata.

"Adanya petugas yang berjaga di sana maka juga bisa memberikan rasa aman serta menjaga kondusivitas tempatnya," ujarnya.

Baca Juga:Driver Ojol Diduga Alami Kejahatan Jalanan di Dekat Mirota Kampus, Mata Luka hingga Hampir Buta

Menurutnya, pemicu seseorang melakukan kejahatan karena terpengaruh minuman keras (miras) dan narkoba. Maka untuk desa wisata yang terbebas dari miras dan narkoba, kecil peluangnya terjadi kejahatan.

"Khususnya Community Based Tourism (CBT) atau desa wisata yang bebas miras dan narkoba, tidak ada tindak kejahatan," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak