Sepekan Pascalebaran, Harga Kebutuhan Pangan di Gunungkidul Berangsur Normal

Menurut Sigit, turunnya harga tersebut dipengaruhi langsung oleh tingkat permintaan.

Eleonora PEW
Selasa, 17 Mei 2022 | 16:31 WIB
Sepekan Pascalebaran, Harga Kebutuhan Pangan di Gunungkidul Berangsur Normal
Ilustrasi kebutuhan pangan. [Istimewa]

SuaraJogja.id - Harga kebutuhan pangan di Kabupaten Gunungkidul berangsur normal sepekan setelah Lebaran. Dinas Perdagangan Gunungkidul mengungkapkan, kondisi menyusul penurunan yang terjadi pada permintaan dari masyarakat hingga pedagang warung makan.

Kepala Seksi Distribusi, Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan (Disdag) Gunungkidul Sigit Haryanto di Gunungkidul, Selasa, mengatakan komoditas pangan yang harganya mengalami penurunan signifikan, yakni harga daging sapi di Gunungkidul menyentuh kisaran Rp160 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp135 ribu dan daging ayam sempat menembus harga Rp55 ribu per kg menjadi Rp36 ribu per kg.

"Komoditas pangan yang harganya turun pada komoditas protein. Seperti daging ayam dan daging sapi, saat ini harganya terus turun," kata Sigit.

Menurut Sigit, turunnya harga tersebut dipengaruhi langsung oleh tingkat permintaan. Pada saat Lebaran, permintaan daging sapi dan daging ayam sangat tinggi, namun saat ini kebutuhan masyarakat sudah turun. Sehingga harga juga mengalami penurunan.

Baca Juga:Pertanian di Jeneponto Dinilai Berpotensi Jaga Kebutuhan Pangan Nasional dan Memberikan Lapangan Kerja

"Stok daging sapi dan daging ayam stabil, tapi permintaan turun. Hal ini yang mempengaruhi penurunan harga daging sapi dan daging ayam," katanya.

Selain itu, lanjut Sigit, harga kebutuhan sayur juga mengalami penurunan. Harga kebutuhan pangan yang mengalami penurunan signifikan, yakni harga cabai rawit dari Rp40 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram.

"Pasokan sayur dan kebutuhan pangan di Gunungkidul lancar, namun jumlah permintaan masyarakat menurun," katanya.

Sementara itu, salah satu pedagang daging ayam Pasar Argosari Wonosari Lagiyem membenarkan harga daging ayam mulai berangsur turun, seiring turunnya permintaan masyarakat.

"Setiap Lebaran harga daging ayam potong dan ayam kampung selalu naik. Hal ini dikarenakan tingginya permintaan masyarakat dan pemilik rumah makan, di sisi lain pasokan daging tidak mengalami penambahan yang banyak. Hal ini menyebabkan harga naik," katanya. [ANTARA]

Baca Juga:Kembangkan Alpukat hingga Kelengkeng, Pemkab Gunungkidul Perluas Lahan Tanaman Buah 60 Hektare

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak