facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Belum Ada Kasus Virus Hendra, Dinkes Jogja Minta Warga Jangan Abaikan Hal Ini

Muhammad Ilham Baktora Selasa, 17 Mei 2022 | 18:55 WIB

Belum Ada Kasus Virus Hendra, Dinkes Jogja Minta Warga Jangan Abaikan Hal Ini
Apa itu Virus Hendra: Penyebab, Gejala dan Cara Pencegahan. (Pexels)

Emma menyebut, Virus Hendra layaknya virus yang lain. Artinya dapat dicegah dengan cara memperketat dan disiplin dalam kebersihan diri

SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, memastikan hingga kini belum ditemui atau adanya kemunculan Virus Hendra. Penyakit yang dapat menyebar dari hewan kuda ini tetap diantisipasi agar tak menyebar ke Kota Pelajar.

Kepala Dinkes Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani menerangkan bahwa masyarakat jangan mengabaikan kedisiplinan dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Sejauh ini potensi penularan atau kasusnya belum ada. Tapi kalau antisipasi kami tetap lakukan agar tak membahayakan warga, terutama kedisiplinan PHBS," ujar Emma dihubungi wartawan, Selasa (17/5/2022).

Ia melanjutkan, Virus Hendra layaknya virus yang lain. Artinya dapat dicegah dengan cara memperketat dan disiplin dalam kebersihan diri.

Baca Juga: Curhatan Pedagang Ternak di Mojokerto, Lapaknya Dibubarkan Bentuk Antisipasi Virus PMK

Emma mengatakan pengetatan PHBS dapat dilakukan dengan rajin mencuci tangan setelah beraktivitas seharian di luar rumah. Saat menyantap makanan kebersihan juga harus diperhatikan.

"Yang penting antisipasi yang bisa dilakukan mengetatkan PHBS. Itu kan virus, pencegahannya ya menjaga kebersihan, cuci tangan, masak air hingga matang," terang dia.

Penggunaan masker juga dapat meminimalisasi penyebaran virus. Meski kasus harian Covid-19 di Jogja terus menurun, Emma berharap bukan berarti masyarakat menanggalkan kebiasaan baik itu.

Virus sendiri dapat menyebar dengan berbagai cara. Termasuk penyebaran lewat udara.

Lebih lanjut, berhubung penyebaran Virus Hendra terjadi lewat perantara kuda sebelum menular ke manusia, Dinkes Jogja akan berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain.

"Seperti Dinas Pertanian dan Pangan kita juga akan berkomunikasi dengan mereka. Artinya pencegahan ini harus bersinergi, baik antar instansi dan masyarakat juga," ungkap Emma.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait