Mesin pirolisis itu, katanya, berkapasitas 20 kilogram. Plastik-plastik yang sudah dikumpulkan dimasukkan ke dalam tabung pembakaran. Dari satu kilogram plastik persentase menghasilkan minyak sekitar 60 persen.
"Proses pirolisis ini plastik yang dipanaskan kemudian meleleh cair terus dipanaskan sampai menguap. Lalu dilakukan pendinginan akhirnya menghasilkan minyak. Pembakarannya di suhu 200 derajat celcius sekitar satu jam," katanya.
Terkait minyak yang dihasilkan dalam satu minggu, sambungnya, mencapai 20 liter. Maka dalam sebulan bisa menghasilkan 80 liter minyak tanah.
"Itu kalau dijual harganya Rp800 ribu, dulunya kami malah keluar uang Rp400 ribu sekarang bisa menghasilkan uang," katanya.
Baca Juga:Soroti Wacana Kenaikan Tarif Retribusi Pantai Selatan di Bantul, Dispar Minta Jangan Tergesa-gesa
Ia menyebut, setidaknya dalam satu bulan bisa mengurangi limbah sampah plastik mencapai 3.200 kilogram. Selain itu, juga bisa memberikan penghasilan tambahan untuk warga sekitar.
"Sampah di sini sudah sangat berkurang. Kalau dulu berserakan di pinggir jalan sekarang sudah banyak berkurang. Dan anggota yang kerja di sini dapat uang Rp30.000 per hari. Ini adalah kerja sosial, setidaknya tugas kita adalah mengurangi sampah plastik di masyarakat," ujarnya.