Bantul 'Perang' Lawan Sampah: Strategi Jitu DLH Dongkrak Kapasitas Pengolahan

DLH Bantul optimalkan pengolahan sampah di TPST & TPS3R (total ~74 ton/hari). ITF Bawuran ditargetkan meningkat hingga 49 ton/hari. Pilah sampah dari rumah penting.

Muhammad Ilham Baktora
Selasa, 19 Agustus 2025 | 22:18 WIB
Bantul 'Perang' Lawan Sampah: Strategi Jitu DLH Dongkrak Kapasitas Pengolahan
Pengolahan sampah di Kabupaten Bantul. [ANTARA/Hery Sidik]

SuaraJogja.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul, terus mengoptimalkan kapasitas pengolahan sampah di berbagai fasilitas pengolahan, baik di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) maupun Tempat Pengolahan Sampah dengan sistem Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).

Kepala DLH Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, menjelaskan bahwa selain fokus pada pengolahan sampah internal di Pasar Niten, pemerintah juga memperkuat pengelolaan di sejumlah titik lain.

Salah satunya adalah TPST Argodadi, Sedayu, yang saat ini mampu mengolah sekitar 30 ton sampah per hari.

Sementara itu, TPST Modalan, Banguntapan, yang baru saja menyelesaikan perawatan rutin pada insineratornya, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengolahan hingga 16 ton per hari.

Baca Juga:Sidak Asrama Sekolah Rakyat Bantul: Puntung Rokok Ditemukan, Jam Kunjung Jadi Sorotan

Adapun di TPS 3R Sokowaten, Kelurahan Tamanan, fasilitas pengolahan sudah berjalan optimal dengan kemampuan mengolah sekitar delapan ton sampah per hari.

Kapasitas serupa juga dimiliki Rumah Pilah Sampah (RPS) Banguntapan.

Selain itu, DLH Bantul juga tengah menjajaki opsi peningkatan kapasitas di Intermediate Treatment Facility (ITF) Karbonasi Bawuran.

Saat ini, fasilitas tersebut sudah mampu mengolah sekitar 20 ton sampah per hari, namun ditargetkan dapat mencapai kapasitas penuh hingga 49 ton per hari.

Bambang berharap ke depan ada alokasi tambahan agar sembilan ton sampah dari Bantul bisa diolah di ITF Bawuran, meskipun fasilitas ini juga menampung sampah dari Yogyakarta.

Baca Juga:Dinkes Bantul Jemput Bola, Siswa SD & SMP Dapat Layanan Kesehatan Gratis di Sekolah

"Untuk ITF Bawuran sudah dianggarkan pada 2026. Kami akan terus mendorong kebijakan bupati agar program Bantul Bersih Sampah bisa tercapai dengan dukungan masyarakat," ujarnya dikutip Selasa (19/8/2025).

Bambang juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.

Menurutnya, sekitar 50 persen dari total 100 ton sampah harian di Bantul berasal dari sampah organik, terutama sisa makanan.

"Masyarakat harus membiasakan diri memilah sampah. Kami sudah menyiapkan alat, SDM, dan teknologi agar pengelolaan sampah bisa maksimal," katanya.

Sebagai tambahan, dari hasil pengolahan sampah di TPST tingkat kabupaten, Bantul rutin mengirimkan Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif ke salah satu pabrik di Cilacap, Jawa Tengah, dengan jumlah rata-rata 25 ton per bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini