ITF Niten Digenjot, Mampukah Selamatkan Bantul dari Darurat Sampah?

Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar dari APBD Bantul untuk proyek ini

Muhammad Ilham Baktora
Minggu, 17 Agustus 2025 | 16:48 WIB
ITF Niten Digenjot, Mampukah Selamatkan Bantul dari Darurat Sampah?
Pengolahan sampah di wilayah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA/Hery Sidik

SuaraJogja.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul, saat ini masih memprioritaskan penyelesaian pembangunan hanggar pengolahan sampah di Intermediate Treatment Facility (ITF) Pasar Niten.

Kepala DLH Bantul, Bambang Puwadi Nugroho, menjelaskan bahwa progres pembangunan hanggar sudah mencapai sekitar 80 persen.

"Untuk ITF Pasar Niten, saat ini kami masih fokus menyelesaikan pekerjaan fisik pembangunan hanggar," ujarnya dikutip dari Antara, Minggu (17/8/2025).

Menurutnya, pembangunan hanggar ITF yang berlokasi di Kecamatan Kasihan tersebut sangat penting untuk memaksimalkan pengolahan sampah.

Baca Juga:Bantul Lawan Arus, Daerah Lain Naikkan PBB, Bantul Justru Beri 'Hadiah' Ini di 2026

Terutama sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas pasar tradisional.

Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar dari APBD Bantul untuk proyek ini, dengan target penyelesaian pada September 2025.

Saat ini, kapasitas pengolahan sampah di ITF Pasar Niten baru sekitar satu ton per hari, khusus untuk sampah internal Pasar Niten yang mayoritas berupa sampah organik.

Sebelumnya, fasilitas ini pernah mampu mengolah tujuh hingga delapan ton sampah per hari, namun kini sedang dilakukan penataan ulang kapasitas.

Bambang menambahkan, agar pengolahan sampah di ITF lebih maksimal, diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Baca Juga:Kemarau Panjang: Warga Bantul Diimbau Hemat Air di Tengah Krisis Kekeringan

ITF Pasar Niten diharapkan tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Dalam momentum peringatan HUT ke-80 RI, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam penanganan sampah.

"Kunci utama ada di penyelesaian sampah dari hulu, yaitu dengan pemilahan di rumah tangga serta pengelolaan sampah organik di pekarangan," jelasnya.

Sebagai contoh, masyarakat yang memiliki lahan di rumah dapat membuat juglangan atau lubang di tanah untuk mengolah sampah organik secara mandiri.

Dengan cara ini, beban pengolahan sampah di ITF bisa berkurang dan lingkungan tetap terjaga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak