facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Penembakan Brutal di Sekolah di Amerika Serikat, Kemenlu Pastikan Tak Ada WNI yang Tewas

Muhammad Ilham Baktora Rabu, 25 Mei 2022 | 21:00 WIB

Penembakan Brutal di Sekolah di Amerika Serikat, Kemenlu Pastikan Tak Ada WNI yang Tewas
Penembakan di SD di Texas AS. (Foto: AFP)

Terkait kejadian itu, Konsulat Jenderal RI mengimbau agar para WNI di daerah tersebut meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati.

SuaraJogja.id - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, melalui Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban dalam peristiwa penembakan di sebuah sekolah dasar di negara bagian Texas, Amerika Serikat.

“Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban WNI,” kata Direktur PWNI Kemlu, Judha Nugraha dalam pernyataannya seperti dikutip Antara, Rabu (25/5/2022).

Peristiwa penembakan terjadi di Sekolah Dasar Robb di Ulvade, Texas pada Selasa (24/5/2022) sekitar pukul 11.32 waktu setempat. Sejumlah siswa dan orang dewasa yang merupakan tenaga pengajar di sekolah tersebut turut menjadi korban jiwa.

Terkait kejadian itu, Konsulat Jenderal RI mengimbau agar para WNI di daerah tersebut meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati.

Baca Juga: Kecam Penembakan SD di Texas, NBA Sampaikan Dukacita

Para WNI juga diminta untuk melaporkan situasi darurat ke aparat keamanan setempat serta ke perwakilan RI.

Menurut catatan KJRI Houston, terdapat sekitar 10 ribu WNI yang berada di Texas. Sebanyak 50 di antaranya tinggal di wilayah San Antonio.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang pria bersenjata melancarkan tembakan di sebuah sekolah dasar di Texas yang memakan belasan korban jiwa.

Sang tersangka diketahui tewas dalam kejadian tersebut.

Aksi itu merupakan yang terbaru dari serangkaian penembakan massal yang terjadi di Amerika Serikat, menurut laporan Reuters.

Baca Juga: Ngeri, Ini Deretan Penembakan yang Terjadi di Sekolah AS Sepanjang 2022

Pada tahun 2021, sebanyak 61 insiden penembakan telah terjadi di AS.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait