Membaca Strategi Carlo Ancelotti, si Miskin Taktik Tapi Bawa Real Madrid Juara Liga Champions

Banyak publik yang mengatakan jika Carlo Ancelotti miskin akan taktik. Namun di tengah tuduhan itu, dirinya berhasil bawa Real Madrid juara Liga Champions 2022.

Muhammad Ilham Baktora
Senin, 30 Mei 2022 | 09:45 WIB
Membaca Strategi Carlo Ancelotti, si Miskin Taktik Tapi Bawa Real Madrid Juara Liga Champions
Membaca Strategi Carlo Ancelotti si Miskin Taktik Tapi Bawa Real Madrid Juara. (Twitter / @theflankerID)

SuaraJogja.id - Nama Carlo Ancelotti kembali menjadi sorotan usai berhasil membawa Real Madrid juara Liga Champions 2022. Di partai final, Carlo Ancelotti beradu strategi dengan Jurgen Klopp. Alhasil strategi Acelotti hantar Real Madrid keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0 atas Liverpool.

Banyak yang mengatakan jika pada final Liga Champion yang dimainkan di Stade de France, Minggu (19/5/2022) dini hari, Carlo Ancelotti menerapkan parkir bus guna membendung serangan demi serangan anak asuh Jurgen Klopp.

Hal itu pun sering dilakukan oleh Ancelotti saat menghadapi tim-tim besar dengan kualitas pemain yang lebih mempuni. Jadi tak heran jika publik serta pengamat sepak bola mengatakan jika Carlo Ancelotti miskin akan taktik.

Namun bukankah bermain bertahan juga bagian taktik dalam sepak bola? Tulisan ini akan mengulas tentang taktik yang digunakan Carlo Ancelotti saat Real Madrim bertemu dengan Liverpool pada final Liga Champions 2022. Pada partai tersebut, Real Madrid berhasil keluar sebagai juara usai kalahkan Liverpool dengan skor tipis 1-0.

Baca Juga:Usai Angkat Trofi Liga Champions, Luka Modric dan Toni Kroos Umumkan Bertahan di Real Madrid

Dilansir dari sebuah utas akun Twitter @theflankerID bahwa sebenarnya Ancelotti tidak miskin taktik, hanya saja banyak orang yang tidak bisa melihat detail kecil pada pertandingan final tersebut.

Secara garis besar, selama babak penyisihan grup Liga Champions. Taktik yang digunakan oleh Carlo Ancelotti lebih ke menunggu, fokus bertahan, kemudian melancarkan serangan balik. 

Pada laga final Liga Champions melawan Liverpool, Ancelotti sadar betul akan kekurangan timnya, yakni adanya ruang di depan garis pertahanan karena jarak antarlini terlalu jauh. Ruang tersebut sukses diekploitasi penuh oleh Chelsea dan Manchaster City pada laga sebelumnya saat berjumpa Real Madrid.

Akan tetapi pada laga final Ancelotti menghilangkan ruang kosong yang terletak di depan kotak penalti Madrid. Terbukti sepanjang pertandingan, anak asuh Jurgen Klopp jarang sekali menguasai bola di depan kotak penalti lawan. Sehingga dapat terlihat jika peta permainan Liverpool banyak melakukan umpan dan serangan ke sebelah kanan yang diisi oleh Muhamed Salah.

Lantas bagaimana cara Ancelotti menutup ruang kosong di depan kotak penalti Madrid? Salah satunya yakni dengan cara menempatkan dua gelandang untuk selalu berada di depan 4 bek Madrid. Kroos dan Casemiro yang ditunjuk untuk menempati posisi tersebut sukses bermain disiplin sesuai arahan Ancelotti.

Baca Juga:Marcelo Umumkan Juara Liga Champions 2021-22 Menjadi Trofi Terakhirnya Bersama Real Madrid

Publik akan menilai bahwa dalam pertandingan tersebut Real Madrim menggunakan taktik parkir bus. Namun Ancelotti memiliki maksud tersendiri dengan menumpuk pemain (low/mid-blok) dan menerapkan shape 4-5-1 atau 4-4-2 ketika bertahan. Hal itu dilakukan agar Liverpool melakukan serangan dengan menyisir tepi lapangan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak