Musim PMK, Pemkab Sleman Akui Ketersediaan Hewan Kurban Masih Terbatas

"Sedangkan, ketersediaan hanya berjumlah 4.260 ekor. Artinya masih kurang sekitar 4.008 ekor sapi," kata Suparmono.

Muhammad Ilham Baktora
Senin, 06 Juni 2022 | 15:30 WIB
Musim PMK, Pemkab Sleman Akui Ketersediaan Hewan Kurban Masih Terbatas
Seorang dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memeriksa mulut sapi apakah terindikasi terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). [ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif]

SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mendapati jumlah hewan ternak untuk dijadikan hewan kurban, pada saat ini berpotensi mengalami kekurangan. Hal itu dikarenakan merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK).

Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman, Suparmono mengatakan, kendati demikian pemerintah tetap berupaya memenuhi jumlah kebutuhan hewan kurban, agar masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban mereka dengan baik.

Ia menyebut, saat ini rerata jumlah stok hewan kurban di pasar hewan menurun 30 persen sampai 40 persen.

Misalnya saja tercatat ada 8.174 ekor sapi kurban pada 2021, kebutuhan sapi kurban pada 2022 ini sekitar 8.268 ekor.

Baca Juga:Waspadai Wabah PMK Jelang Idul Adha, Kemenag DIY Imbau Masyarakat Selektif Pilih Hewan Kurban

"Sedangkan, ketersediaan hanya berjumlah 4.260 ekor. Artinya masih kurang sekitar 4.008 ekor sapi," terangnya.

Tak jauh berbeda kondisinya dengan ternak kambing, pada 2021 ada 2.500 ekor kambing kurban di Sleman. Kebutuhan kambing 2022 yakni 2.529 ekor. Namun ketersediaan kambing saat ini hanya 2.156 ekor atau dengan kata lain jumlahnya kurang 373 ekor.

Sementara untuk domba, diketahui ada 7.002 ekor domba pada 2021. Sedangkan jumlah kebutuhan domba untuk hari raya Iduladha 2022 adalah 7.082 ekor.

"Ketersediaannya 6.029 ekor. Masih kurang 1.053 ekor domba," sebutnya.

Namun DP3 telah menghitung, diperkirakan ketersediaan ternak untuk kurban pada hari pelaksanaan Idul Adha tetap akan tercukupi.

"Itung-itungan kami, ternak itu ada. Dengan cara mendatangkan dari luar daerah," kata dia.

Bukan hanya jumlah yang masih kurang untuk kebutuhan perayaan kurban, ternak di Kabupaten Sleman harganya sempat turun drastis karena adanya wabah PMK. Pasalnya banyak peternak yang panik dan menjual cepat ternaknya.

"Tetapi, harga ternak saat ini berangsur-angsur mulai naik kembali. Seiring stok yang berkurang dan meningkatnya kebutuhan untuk dijadikan hewan kurban," terangnya.

Mengambil kebijakan tak menutup pasar hewan, DP3 terus mengawasi ketat mobilitas ternak di daerah.

"Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) di masyarakat jalan terus. Dan bagusnya, di Sleman kalau ada tanda [gejala PMK] sedikit maka peternak langsung lapor. Kami datang. Jika suspek langsung kami kunci, kami karantina biar aman," kata dia.

Saat ini sampel hewan diduga terkena PMK tak lagi dikirim ke BBVet, mengingat instansi tersebut sedang kewalahan menangani dan memeriksa sampel ternak se-Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak