facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Buka Pesparawi di Candi Prambanan, Wamen Zainut Tauhid Sa'adi: Kegiatan Ini Tumbuhkan Kerukunan Hidup Umat Beragama

Galih Priatmojo Selasa, 21 Juni 2022 | 09:10 WIB

Buka Pesparawi di Candi Prambanan, Wamen Zainut Tauhid Sa'adi: Kegiatan Ini Tumbuhkan Kerukunan Hidup Umat Beragama
Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid Sa'adi membuka Pesparawi Nasional XIII di Candi Prambanan, Senin (20/06/2022). [Kontributor / Putu Ayu Palupi]

Menurut Zainut, pesparawi juga menjadi salah satu implementasi landasan beragama.

SuaraJogja.id - Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid Sa'adi membuka Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIII di Candi Prambanan, Senin (20/06/2022). Pesparawi kali ini diikuti 8.144 orang dari 34 propinsi se-Indonesia.

"Pesparawi menjadi sarana membangun kerukunan intern umat kristiani, sedang dalam konteks masyarakat majemuk, pesparawi yang dilaksanakan secara bergantian memberikan sumbangsih besar dalam menumbuhkan rasa cinta, nasionalisme dan kerukunan hidup antarumat beragama di Indonesia," papar Zainut.

Menurut Zainut, pesparawi juga menjadi salah satu implementasi landasan beragama. Sebab dalam kegiatan itu, sekat-sekat dan dinding pemisah dikesampingkan dan diganti dengan tali persaudaraan.

Karenanya penyelenggaraan pesparawi kali ini secara khusus digelar di Candi Prambanan. Gelaran pesparawi di candi yang merepresentasikan Umat Hindu itu menandakan tidak adanya sekat dan dinding pemisah antarumat beragama.

Baca Juga: Harga Tiket Masuk Candi Prambanan 2022: Tiket Domestik dan Mancanegara

"Sebaliknya justru membangun jembatan yang menghubungkan  umat beragama yang dilandasi sikap saling menghormati dan memuliakan. Pondasi beragama merupakan langkah besar untuk menumbuhkan toleransi umat beragama," paparnya.

Sementara Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengungkapkan, paduan suara tak sekedar tentang indah merdua suara. Lebih dari itu, diperlukan keselarasan dan kesadaran untuk saling mengisi demi mencapai performa terbaiknya.

"Apabila dimaknai secara filsafati, paduan suara selaras dengan ajaran moral khas Jogja, yaitu sawiji greget, sengguh, ora mingkuh. Kearifan lokal ini lahir dari buah pikir Sri Sultan Hamengku Buwono I, yang juga peletak dasar Kasultanan Ngayogyakarta," paparnya.

Sultan berharap kehadiran para peserta pesparawi akan memancarkan energi positif, dalam bingkai sportifitas dan saling mengapresiasi. Dengan demikian bangsa ini dapat membangun peradaban bangsa dan negara dengan indahnya warna-warni toleransi.

"Dengan harapan, agar para peserta bisa lebih  mengenal nilai budaya dan kearifan lokal Yogyakarta. Semogalah pula, para peserta masih sempat menghirup suasana Yogyakarta dengan serba kesahajaannya, di tengah-tengah senyum ramah masyarakat, khasanah wisata, dan budaya yang melingkupinya," imbuhnya.

Baca Juga: Menkominfo: Candi Prambanan Jadi Inspirasi Presidensi G20 Indonesia

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait