facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ribuan Korban Gempa Afghanistan Belum Dapat Bantuan Layak, Penyakit Kolera Jadi Ancaman

Muhammad Ilham Baktora Minggu, 26 Juni 2022 | 22:20 WIB

Ribuan Korban Gempa Afghanistan Belum Dapat Bantuan Layak, Penyakit Kolera Jadi Ancaman
Sejumlah penduduk desa duduk di samping api unggun usai gempa mengguncang Provinsi Paktika, Afghanistan, Kamis (23/6/2022). Pemerintah yang dikelola Taliban di Afghanistan meminta bantuan internasional di tengah pelaksanaan operasi penyelamatan pascagempa dahsyat pada Rabu (22/6) di wilayah timur negara Asia itu. ANTARA FOTO/Xinhua/Saifurahman Safi/aww.

Sedikitnya 1.000 orang tewas, 2.000 luka-luka dan 10.000 rumah hancur dalam gempa pada Rabu (22/6/2022) kemarin.

SuaraJogja.id - Ribuan orang yang terdampak gempa bumi mematikan di Afghanistan timur membutuhkan air bersih dan makanan dan berisiko terkena penyakit, kata seorang pejabat kementerian kesehatan Afghanistan pada Minggu.

Pernyataan itu dikemukakan beberapa hari setelah sebuah badan PBB memperingatkan wabah kolera di wilayah tersebut.

Sedikitnya 1.000 orang tewas, 2.000 luka-luka dan 10.000 rumah hancur dalam gempa pada Rabu (22/6/2022). Setelah gempa itu, kantor kemanusiaan PBB (OCHA) memperingatkan bahwa wabah kolera setelahnya menjadi perhatian khusus dan serius.

"Orang-orang sangat membutuhkan makanan dan air bersih," kata juru bicara kementerian kesehatan Afghanistan Sharafat Zaman seperti dikutip Antara (26/6/2022).

Sharaf juga mengungkapkan para pejabat telah mengelola obat-obatan untuk saat ini. Tetapi menangani mereka yang kehilangan rumah akan menjadi tantangan.

"Kami meminta masyarakat internasional, organisasi kemanusiaan untuk membantu kami untuk makanan dan obat-obatan, para penyintas mungkin terkena penyakit karena mereka tidak memiliki rumah dan tempat tinggal yang layak untuk hidup," katanya.

Bencana tersebut merupakan ujian besar bagi penguasa garis keras Taliban Afghanistan, yang telah dijauhi oleh banyak pemerintah asing karena kekhawatiran tentang hak asasi manusia sejak mereka menguasai negara itu tahun lalu.

Membantu ribuan warga Afghanistan juga merupakan tantangan bagi negara-negara yang telah memberlakukan sanksi terhadap badan-badan pemerintah Afghanistan dan bank, memotong bantuan langsung, yang mengarah ke krisis kemanusiaan bahkan sebelum gempa.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dan beberapa negara lain telah mengirimkan bantuan ke daerah-daerah yang terkena dampak, dengan lebih banyak lagi yang akan tiba dalam beberapa hari mendatang.

Pemerintahan Taliban Afghanistan menyerukan pencabutan sanksi dan pencabutan pembekuan miliaran dolar aset bank sentral yang disimpan di lembaga keuangan Barat.

Komentar

Berita Terkait