"Saya mau konsul ke dokternya Pika juga belum berani, saya belum siap melihat respon beliau. Saya takutnya mendapatkan respon yang tidak baik dan saya malah down sendiri gitu," terangnya.
Menanggapi suara lantang Santi, sejumlah pihak mewanti-wanti efek buruk adanya potensi penyalahgunaan ganja di Indonesia. Ia kemudian mengajak sejumlah pihak untuk melihat pisau.
"Kalau yang pegang pisau itu saya, kan saya pakai masak, kalau yang megang penjahat dipakai apa? Jadi untuk pengawasan kan bukan ranah saya," tuturnya.
"Ada penegak hukum, aparat hukum, nah itu yang berkompeten, misal diputuskan kan pasti ada aturan untuk pemakaiannya harus terawasi dan sebagainya. Sampai sekarang, tidak legal juga tetap disalahgunakan to?," tegasnya.
Baca Juga:Menkes: Regulasi Ganja Medis Sebentar Lagi Keluar!
"Aparat hukum harus diperbaiki, itu bukan ranah saya untuk hal ini," harap Santi lagi.
Bilapun pada akhirnya ganja dilegalkan untuk kebutuhan medis, di Indonesia, sudah pasti ada petunjuk pelaksanaannya. Ada pihak yang berwenang dan berkompeten dalam keilmuwan.
"Saya kan butuhnya untuk medis, bukan rekreasi. Orang itu kadang phobia duluan . Negative thinking duluan, padahal bisa seperti obat pada umumnya ada resep dari dokter, ada aturannya," tukas Santi.
Kontributor : Uli Febriarni
Baca Juga:Respon Harapan Ma'ruf Amin, MUI Masih Kaji Pemanfaatan Ganja Medis dari Perspektif Keagamaan