Pertama, mitigasi kesehatan atau pengobatan terhadap mereka yang menjadi korban peristiwa itu, secara maksimal.
"Sudah menjadi komitmen kami yang ada di sini, termasuk [korban] yang fatal," paparnya.
Langkah kedua yang akan diambil, yakni recovery atau pemulihan kerusakan yang muncul akibat kerusuhan, baik material maupun ekonomi.
"Sehingga tidak ada kerugian lagi oleh pihak terdampak peristiwa awal," sebutnya.
Baca Juga:Foto: Suasana Babarsari Pascakerusuhan yang Mengakibatkan Sejumlah Ruko dan Motor Rusak
"Langkah ketiga, kami akan lakukan upaya penegakan hukum dan pencegahan berikutnya, lead-nya polisi, tni, pemda," tambahnya.
Berikutnya, langkah cooling down partikular dan menentukan waktu mewujudkan integrasi sosial kembali.
"Kami usahakan H+7 terjadi rekonsiliasi dari anak NTT, Papua, Maluku," imbuh dia.
Andry menjelaskan, sejak peristiwa Glow terjadi dan berentet hingga hari ini, langkah mediasi ini menjadi respon TNI, Polri, Pemda, sesepuh NTT, Papua, Maluku atas kejadian itu.
"Hari ini kami melihat persoalan dan melakukan upaya rekonsiliasi yang cepat. Sehingga kemudian situasi ini tidak muncul interpretasi salah," terangnya.
Baca Juga:Konflik di Babarsari Memanas, Ruko dan Sepeda Motor Terbakar
Korban juga ditangani maksimal, mereka yang terlibat dalam peristiwa awal tentunya akan dorong aparat penegak hukum lakukan penyelidikan lebih cepat.