SuaraJogja.id - Seorang anak pengacara berinisial KP (18) turut menjadi korban dalam kerusuhan yang terjadi di Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman, Senin (4/7/2022) siang kemarin. Ia terluka setelah terkena lemparan batu sekelompok orang yang diduga terlibat dalam perusakan sejumlah ruko dan motor tersebut.
Ayah korban, Heru Nugroho (45) mengungkapkan peristiwa tersebut bermula saat anaknya berada di kantornya yakni Firma DHEN & Partners. Diketahui bahwa kantor itu berada di deretan ruko atau kompleks Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman, yang dilakukan perusakan tersebut pada Senin sekitar pukul 11.30 WIB.
"Dia kan sebenarnya servis motor di sebelahnya Superindo Babarsari. Itu kan sama kantor dekat karena motornya antre servis di situ, kan lama. Jadilah saya minta dia tunggu di kantor saja. Baru sampai kantor, baru berapa lama, belum setengah jam terus dia WA. Ini ada rusuh-rusuh di sekitar kantor," kata Heru saat dihubungi awak media, Selasa (5/7/2022).
Heru yang saat itu tidak berada di lokasi meminta anaknya untuk diam di dalam ruangan saja. Namun kerusuhan saat itu semakin memanas dengan sejumlah benda yang dibakar.
Baca Juga:Pemkab Sleman dan Para Sesepuh Kelompok Jalani Mediasi Pascakerusuhan di Babarsari
"Saya bingung, apa disuruh keluar atau di dalam saja. Baru berpikir itu, saya telepon lagi, saya bilang ada di mana. Dia sudah duluan kena," ujarnya.
Ketika itu, kata Heru, berdasarkan keterangan dari anaknya kaca kantor sudah dihancurkan. Lemparan batu pun sudah masuk hingga ke dalam kantor.
"Mau lari keluar, dia kena batu, pecahan kaca itu. Nggak bisa akses keluar akhirnya," ucapnya.
Tidak berhenti sampai di situ, Heru melanjutkan rombongan massa bahkan sempat merangsek masuk ke kantor. Bahkan sejumlah orang dari rombongan itu juga sempat mengancam anaknya dengan senjata tajam.
"Mereka merusak (dalam kantor) sambil mengancam pedang di lehernya anak saya. Padahal dia posisi terluka di tangan, kena pecahan kaca, beberapa titik di dada sama perutnya juga sudah kena batu besar-besar itu kan," jelasnya.
Baca Juga:Sampai Bawa Sajam, Ini Fakta Lainnya soal Kerusuhan di Babarsari
Disampaikan Heru, kondisi mencekam itu membuat KP shock dan memohon kepada massa untuk dibebaskan. Beruntung masih ada satu orang dari massa yang membantu anaknya KP untuk keluar dari situasi tersebut.
- 1
- 2