3. Luis Milla Disebut Sukses Sulap Permainan Persib Bandung, Netizen Ngebayangin Semua Tim Liga 1 Dilatih Pelatih Asing
![Pelatih Luis Milla menjalani debut bersama Persib Bandung saat menjamu RANS Nusantara FC dalam laga pekan kedelapan Liga 1 2022/2023 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Minggu (4/9/2022). [Persib Bandung]. [Persib Bandung]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/09/05/68386-pelatih-persib-bandung-luis-milla-persib-vs-rans-nusantara-fc.jpg)
Setelah terseok-seok di awal musim BRI Liga 1, kedatangan Luis Milla ke Persib Bandung membawa dampak yang sangat besar dalam skuat tim kebanggaan masyarakat Bandung.
Belum resmi menjabat satu bulan sebagai pelatih menggantikan Robert Rene Albert, eks pelatih Timnas Indonesia tersebut berhasil menyulap kembali Persib Bandung menjadi tim yang menakutkan. Banyak yang menilai jika permainan Maung Bandung di tangan Luis Milla lebih efektif.
Baca Juga:Luis Milla Disebut Berikan Pengaruh Besar bagi Persib Bandung
4. 60 Persen Koleksi Keris DIY Rusak, Paguyuban Keris Dorong Daerah Terbitkan Perda
![Para empu, kolektor dan perajin keris pameran di MAS 2022 di Yogyakarta, Sabtu (17/09/2022). [Kontributor / Putu Ayu Palupi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/09/17/19266-para-empu-kolektor-dan-perajin-keris-pameran-di-mas-2022-di-yogyakarta.jpg)
Keberadaan keris di Indonesia, termasuk di DIY masih cukup besar meski tak banyak terlihat. Di DIY misalnya, ada lebih dari 20 ribu keris yang dimiliki para empu, perajin dan kolektor.
Namun sayangnya, 60 persen dari keris-keris tersebut tidak terawat dengan baik dan mengalami kerusakan. Banyak pemilik yang tidak tahu atau tidak mau merawat keris dengan benar.
5. Tim Peneliti UGM Sebut Pendanaan Negara untuk Proyek IKN Tak Layak
Baca Juga:Luis Milla Puji Shin Tae-yong Pelatih Bagus, Netizen Beri Sindiran Keras

Tim Peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa-Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) menyebut pendanaan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tak layak menggunakan dana negara.