Masih Bergejolak, Gunung Merapi Alami Ratusan Kegempaan dan Belasan Guguran Lava Sepekan Terakhir

Aktivitas Merapi dalam sepekan ini cenderung sama jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Sabtu, 24 September 2022 | 11:19 WIB
Masih Bergejolak, Gunung Merapi Alami Ratusan Kegempaan dan Belasan Guguran Lava Sepekan Terakhir
Kondisi puncak gunung merapi saat mengeluarkan lava pijar beberapa waktu lalu. [Dok Instagram BPPTKG]

SuaraJogja.id - Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus berlangsung. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) belasan guguran lava dalam sepekan terakhir.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso mengatakan aktivitas tersebut tercatat pada periode 16-22 September 2022. Pada pengamatan sepekan terakhir itu teramati sebanyak 13 kali luncuran lava.

"Pada minggu ini guguran lava teramati sebanyak 13 kali ke arah barat daya dominan ke Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 1.900 meter," kata Agus dalam keterangannya, Sabtu (24/9/2022).

Aktivitas Merapi dalam sepekan ini cenderung sama jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Selain itu juga tidak muncul pula awan panas guguran. 

Baca Juga:Intensitas Guguran Lava Gunung Merapi Turun, Kegempaan Dalam dan Dangkal Masih Tinggi

Disampaikan Agus, dalam pekan ini teramati tidak adanya pertumbuhan di volume kubah lava baik bagian barat daya maupun tengah. Dari segi morfologi juga tak ada perubahan yang signifikan di dua kubah lava tersebut.

"Berdasarkan analisis foto volume kubah lava barat daya terhitung tetap, yaitu sebesar 1.624.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.772.000 meter kubik," tuturnya. 

Agus menuturkan Intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi. Terutama untuk kegempaan guguran dan vulkanik dangkal.

BPPTKG mencatat dalm sepekan terakhir ini kegempaan Gunung Merapi di antaranya ada gempa Vulkanik Dalam (VTA) sebanyak 294 kali, 57 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 282 kali gempa Fase Banyak (MP), 2 kali gempa Low Frekuensi (LF), 504 kali gempa Guguran (RF), 62 kali gempa Hembusan (DG), dan 9 kali gempa Tektonik (TT).

Terkait dengan deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan. Laju pemendekan jarak terjadi sebesar 0,8 cm per hari.

Baca Juga:The Lost World Castle, Wisata Tembok Besar China ala Cangkringan

Pada minggu ini dilaporkan juga terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan sebesar 14 mm/jam. Hujan itu berlangsung selama 50 menit di Pos Kaliurang pada tanggal 21 September 2022. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak