Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Singgih Raharja mengatakan bahwa penyelanggaran Ngayogjazz 2022 sudah kembali sepenuhnya offline atau luring. Setelah dua tahun sebelumnya absen bertemu langsung dengan para penggemar jaz di Jogja.
Menurutnya ada sejumlah hal yang bisa dipetik oleh masyarakat terkait dengan penyelenggaraan event tahun ini. Terlebih dengan ciri khasnya yakni diselenggarakan di desa-desa wisata.
"Hal yang kemudian bisa kita tarik adalah pertama ini membiasakan ekosistem di desa terbiasa untuk menrrima kunjungan wisatawan. Kedua tentu dari sektor ekonomo kreatif umkm banyak sekali, ini potensi luar biasa. Bisa diangkat sehingga bisa merasakan signature dari kuliner dan pernak-perniknya," kata Singgih.
Acara semacam inj juga dapat memberikan edukasi kepada masyarakat di desa. Agar nanti ke depan bisa siap menerima wisatawan dan ekonomi terus bertumbuh.
Baca Juga:Melihat Berbagai Potensi Desa Wisata Cibuk Kidul yang Jadi Lokasi Ngayogjazz 2022
Selain Monita Tahalea, tahun ini setidaknya ada lebih dari 40 musisi yang siap meramaikan Ngayogjazz 2022.
Di antaranya ada Barry Likumahuwa Jazz Connection, NonaRia x Dua Empat, Irsa Destiwi Quintet, Kua Etnika ft. Bonita, SanDrums x Sri Hanuraga ft. Rodrigo Parejo (Spanyol), NJJO & Maarten Hogenhuis (Belanda), Gaga Gundul (Pemaï - Perancis & Gayam 16 - Indonesia), MLDJAZZPROJECT, Sax Party, ISI Yogyakarta Big Band, Yohanes Gondo Trio, Huaton Dixie, Acapella Mataraman, Taksu, dan masih banyak lagi.
Tidak ketinggalan juga komunitas-komunitas jazz se-nusantara yang akan hadir untuk menambah asupan kegembiraan. Ngayogjazz juga menjadi ruang ekspresi yang beragam dan luas.