Gegara Hal Ini, Museum Gunung Merapi Ditutup Setengah Tahun

BPK RI kunjungi Museum Gunung Merapi

Galih Priatmojo
Selasa, 22 November 2022 | 18:47 WIB
Gegara Hal Ini, Museum Gunung Merapi Ditutup Setengah Tahun
Museum Gunung Merapi kala disambangi pada Senin (21/11/2022). (kontributor/uli febriarni)

Mengingat, di Indonesia, tidak banyak gunung berapi di Indonesia yang sejak dulu sampai sekarang masih aktif dan disertai letusan-letusan kecil. Inilah keistimewaan Merapi, hingga akhirnya museum tersebut berdiri di Kabupaten Sleman

"Setelah rehabilitasi selesai, MGM akan kembali dibuka untuk kunjungan wisatawan umum," terangnya. 

Mengingat kontribusi MGM cukup besar untuk pendapatan retribusi pariwisata, maka pendapatan MGM pada 2023 dianggap Rp0 (nol rupiah), dalam perencanaan APBD 2023. 

"Agar tidak mengganggu perencanaan APBD. Ini (rehabilitasi) upaya kami untuk keselamatan pengunjung juga," kata dia. 

Baca Juga:Perkuat Wawasan Demokrasi, Wakil Bupati Sleman Beri Arahan ke Pelajar hingga Tokoh Masyarakat di Seyegan

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid mengaku, tidak akan menganggap hilangnya potensi pendapatan pariwisata dari MGM sebagai kerugian. Karena ini sebuah upaya untuk mewujudkan keselamatan bagi wisatawan saat berkunjung ke MGM.

"Tapi tetap menjadi pekerjaan rumah bagi kami, untuk bisa mencari sumber lain dalam mengantisipasi potensi pemasukan yang hilang, karena penutupan MGM," terangnya. 

Ia menyebut, pada 2019 kunjungan MGM mencapai 119.000 sampai 120.000 orang. Pada 2020 ada 38.000 kunjungan. Sedangkan 2021, terjadi penurunan hingga menjadi 11.000 kunjungan saja. Lalu naik lagi pada 2022, tercatat hingga Oktober ada 55.000 wisatawan datang ke MGM. 

"Dari total kunjungan wisatawan kawasan Kaliurang-Kaliadem, sebanyak 18 persen itu ke MGM. Maka kami ingin, pada 2023 bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, kami akan menggandeng event organizer (EO) untuk menggelar kegiatan di halaman MGM," tuturnya.

"Dengan prediksi jumlah kunjungan sebanyak 150.000 wisatawan pada 2023, potensi retribusi yang hilang kira-kira Rp550 juta," jelasnya.

Baca Juga:Dukung Ekonomi Kerakyatan Desa, Wakil Bupati Sleman Buka Ngayogjazz 2022 di Cibuk Kidul

Kontributor : Uli Febriarni

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak