Direktur Bisnis Mikro BRI: Desa Harus Diselamatkan karena Sentra Produksi Pangan

Acara tersebut mendalami topik-topik pengembangan desa.

Fabiola Febrinastri
Kamis, 22 Desember 2022 | 20:37 WIB
Direktur Bisnis Mikro BRI: Desa Harus Diselamatkan karena Sentra Produksi Pangan
Direktur Tata Kelola Destinasi Indra Ni Tua (kiri) dan Inisiator Fitur Perencanaan Desa Hernindya Wisnuadji (kanan) memberikan paparan saat acara BRI Bincang Desa Brilian 2022 di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Kamis (22/12/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

“Tugas ini adalah dari Kementrian BUMN, dimana BRI disamping mengcreate ekonomi value juga mengcreate sosial value dengan pemberdayaan UMKM yang salah satunya terdapat di desa. Mari bahu membahu yang sudah masuk ekosistem desa brilian, mari menularkan benefit yang didapat dari ikut desa brilian,” tambahnya.

Ir Harlina mengatakan, pihaknya mempunyai tugas untuk membuat desa maju dan berkembang lebih banyak lagi. “Tentu kami tidak bisa sendiri, saya mengapresiasi dari teman-teman BRI yang selama ini ikut mengawal dan mendampingi kami dalam mengembangkan desa,” imbuhnya.

Semenjak ada pandemi, ia menuturkan bahwa Kementerian Desa terus berusaha bagaimana desa agar tetap eksis salah satunya dengan membuat kebijakan SDGs desa.

“Ini memang harus dilakukan karena kita hampir ada 75 ribu desa, yang tentu masing-masing punya spesifikasi keunikan tersendiri sehingga itu yang akan menjadi landasan teman-teman di desa untuk membangun desanya, mengenali apa potensi desanya kemudian melihat apa kekurangannya, apakah butuh peningkatan pendidikan, layanan kesehatan, sehingga dari SDGs itu terlihat kebutuhan apa yang diperlukan oleh desa,” papar Ir Harlina.

Baca Juga:Dirut BRI: Multiplier Effect UMKM Sangat Besar bagi Ekonomi Indonesia

Sementara untuk pemulihan ekonomi desa, dilakukan beberapa hal seperti penguatan ketahanan pangan masyarakat desa, revitalisasi BUM Desa/BUM Desa Bersama, Program bantuan langsung tunai dan padat karya tunai desa hingga digitalisasi desa.

Indra Ni Tua menambahkan, sektor pariwisata juga terdampak pandemi dan salah satu upaya pemulihan ekonomi nasional melalui pariwisata adalah membuat pariwisata new normal dengan membatasi jumlah pengunjung.

“Salah satu yang kita lakukan adalah dengan memperbanyak destinasi wisata, tapi itu butuh biaya besar. Nah apa yang kita punya? yang khas adalah desa, desa ini ada 70 ribuan,” imbuhnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak