Leptospirosis Hantui Warga Gunungkidul di Musim Hujan, Dinkes Beri Imbauan Penting

Sepanjang 2022, ada 31 kasus leptospirosis, empat orang meninggal dunia.

Ronald Seger Prabowo
Minggu, 08 Januari 2023 | 09:21 WIB
Leptospirosis Hantui Warga Gunungkidul di Musim Hujan, Dinkes Beri Imbauan Penting
Ilustrasi tikus penyebar infeksi Leptospirosis - Leptospirosis adalah. (Pexels)

SuaraJogja.id - Penyakit leptospirosis jadi momok menakutkan saat musim hujan, termasuk di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul mengimbau masyarakat mewaspadai penyakit tersebut yang banyak terjadi pada musim hujan.

Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan sepanjang 2022, ada 31 kasus leptospirosis, empat orang meninggal dunia.

"Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya petani dan peternak untuk selalu mencuci tangan dan kaki setelah dari sawah untuk mengantisipasi terjangkit leptospirosis," kata Dewi dilansir dari ANTARA, Minggu (8/1/2023).

Baca Juga:Ingin Rayakan Tahun Baru di Gunungkidul? Ada 4 Opsi Menarik

Ia mengatakan kasus penyebaran leptospirosis memiliki ciri yang hampir sama dengan DBD. Tren ancaman akan meninggi pada saat musim hujan.

"Bedanya DBD disebabkan karena nyamuk. Sedangkan leptospirosis, lebih banyak disebabkan karena air kencing tikus yang mengandung bakteri leptospirosa," ujar dia.

Dia mengatakan penularan leptospirosis melalui kuman yang masuk lewat luka di tubuh. Gejala paling umum saat tertular, yakni panas, bisa muncul rasa sakit di badan, mual, muntah dan lain-lain, tergantung daya tahan tubuh.

"Bisa menyebabkan kematian, karena yang diserang bagian ginjal," jelasnya.

Dewi mengatakan ada tren kenaikan kasus leptopirosis sejak 2018-2021. Kasus leptospirosis paling banyak terjadi tahun lalu dengan jumlah 16 kasus.

Baca Juga:4 Pantai di Gunungkidul yang Cocok untuk Rayakan Tahun Baru 2023

"Namun, pada 2022, ada 31 kasus dengan empat korban meninggal dunia. Untuk kasus tertinggi terjadi pada 2017 dengan 64 kasus serta 16 orang meninggal dunia," paparnya.

Dewi menambahkan pencegahan terhadap penyebaran leptospirosis dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, pada saat beraktivitas di sawah atau ladang diminta memakai alat pelindung diri.

"Kami berharap kepada warga yang mengalami gejala sakit segera memeriksakan diri ke layanan kesehatan terdekat. Hal ini dibutuhkan untuk mengurangi risiko fatalitas dari penyakit yang diderita," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak