Kasus Covid-19 di China Sempat Kembali Melonjak tapi di Indonesia Tidak, Begini Hipotesis Pakar UGM

lockdown dalam waktu lama yang dilakukan China tidak membuat kekebalan komunal itu terbentuk.

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 10 Januari 2023 | 10:08 WIB
Kasus Covid-19 di China Sempat Kembali Melonjak tapi di Indonesia Tidak, Begini Hipotesis Pakar UGM
Ilustrasi Covid-19 - Tingkat Keparahan Omicron BA.4 dan BA.5 (Freepik)

SuaraJogja.id - Beberapa waktu terakhir kasus Covid-19 di China kembali merebak. Bahkan dikhawatirkan lonjakan kasus tersebut terjadi lagi pada saat Tahun Baru Imlek mendatang.

Sejumlah negara bahkan memperketat aturan masuk bagi turis dari negara tirai bambu itu. Kondisi itu berbeda dengan yang dialami Indonesia belakangan ini yang bahkan telah secara resmi mencabut kebijakan PPKM. 


Lantas sebenarnya apa yang menyebabkan kondisi kedua negara itu berbeda? 


Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Gunadi menilai bahwa pembatasan mobilitas masyarakat dengan lockdown di China menjadi salah satu faktor pembeda.

Baca Juga:Kabar Gembira! Kuota Haji Kembali 100 Persen, Wapres Bilang Begini


"Nah kalau kita lihat bagaimana dengan China kok bisa tinggi sekali mungkin karena ini baru hipotesis, kekebalan komunal mereka kan dilockdown cukup lama. Sedangkan kita masyarakat di Indonesia ada keuntungan juga dengan sedikit pelonggaran-pelonggaran PPKM itu ya," kata Gunadi kepada awak media, Senin (9/1/2023).


Menurut Gunadi, masyarakat Indonesia sendiri sebenarnya tidak sedikit yang sudah terpapar virus itu selama ini. Hal itu dibuktikan dengan penelitian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait kadar anti bodi.


Ia menyebut kadar anti bodi masyarakat Indonesia yang tinggi tidak hanya datang dari peran vaksin saja. Melainkan juga akibat dari terpapar infeksi.


"Jadi mungkin kita sedikit banyak sudah terpapar alamiah dibuktikan dengan oleh kadar anti bodi kita yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan kan cukup tinggi. Nah itu tidak hanya peran vaksin menurut saya pribadi, tapi peran dari terpapar infeksi alamiah," paparnya.


Di sisi lain, lockdown dalam waktu lama yang dilakukan China tidak membuat kekebalan komunal itu terbentuk. Sehingga Indonesia bisa lebih cepat beradaptasi dengan kondisi sekarang.

Baca Juga:Argentina dan China Sepakat Perluasan Pertukaran Mata Uang Hingga 5 Miliar Dolar AS


Kondisi Indonesia sendiri tak jauh berbeda ketika dibandingkan dengan negara-negara di Eropa. Dimana pelonggaran-pelonggaran itu telah dilakukan sebelumnya dan kekebalan komunal sudah terbentuk.


"Kalau perlindungan yang 'berlebihan' seperti yang dilakukan China lockdown sampai bertahun-tahun sampai sekarang itu ternyata tidak membuat kekebalan komunal jauh lebih cepat dari Indonesia yang dilonggarkan bertahap. Eropa sama seperti kita kan, ada pelonggaran-pelonggaran maka kekebalan komunalnya jadi lebih cepat," terangnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak