Antisipasi Penculikan Anak, DIY Gencarkan Program Satu Sekolah Dua Polisi

Menurut Didik, program Satu Sekolah Dua Polisi sudah diluncurkan sejak 2012 lalu.

Galih Priatmojo
Kamis, 02 Februari 2023 | 12:53 WIB
Antisipasi Penculikan Anak, DIY Gencarkan Program Satu Sekolah Dua Polisi
Kadisdikpora DIY, Didik Wardaya menyampaikan antisipasi penculikan anak di DPRD DIY, Rabu (01/02/2023). [Kontributor/Putu Ayu Palupi]

SuaraJogja.id - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (disdikpora) Didik Wardaya meminta dinas pendidikan di kabupaten/kota menggencarkan kembali program Satu Sekolah Dua Polisi. Program tersebut dilaksanakan untuk mengantisipasi maraknya dugaan penculikan anak di DIY.

Sebut saja dalam dugaan aksi penculikan anak di Sleman dan Kota Yogyakarta. Dalam lewat pesan WhatsApp pada Selasa (31/01/2023) kemarin disebutkan 3 siswa SDN Tajem, Maguwoharjo, Depok, nyaris menjadi korban penculikan saat bermain. Kejadian hampir serupa terjadi di Sayegan dan Mantrijeron beberapa hari terakhir.

"Polisi sekolah, itu kan sudah kita jalankan satu sekolah dua polisi. Salah satunya membantu itu tadi dan keamanan sekolah itu masih jalan [ditingkatkan]," papar Didik di DPRD DIY, Rabu (01/02/2023).

Menurut Didik, program Satu Sekolah Dua Polisi sudah diluncurkan sejak 2012 lalu. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan sekolah dalam menjaga peserta didiknya.

Baca Juga:Cek Fakta: Video Penculikan Anak di Wisma Asri Bekasi, Korban Dimasukkan ke Dalam Karung, Benarkah?

Didik juga meminta Dinas pendidikan (disdik) di kabupaten/kota untuk memperketat pengawasan sekolah-sekolah di masing-masing wilayah. Kepala Disdik di kabupaten/kota pun diperbolehkan membuat Surat Edaran (SE) ke sekolah yang berisi himbauan peningkatan kewaspadaan dan keamanan  serta kenyamanan di lingkungan sekolah.

"Sekolah perlu diminta menyiapkan petugas [untuk] bisa melakukan pemantauan di sekolah. Entah guru atau siapa ikut mengawasi siswa di waktu pulang sekolah sehingga mereka bisa mengenali siapa yang biasa menjemput siswa," paparnya.

Walaupun saat ini belum ada laporan terjadinya kasus penculikan anak di DIY, lanjut Didik, peningkatan kewaspadaan sekolah sangat penting dilakukan. Apalagi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sudah digelar secara luring atau tatap muka sepenuhnya di sekolah.

Kewaspadaan di sekolah tingkat Playgroup, Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan SMP menjadi sangat penting. Sebab banyak diantara mereka yang belum memahami pentingnya keselamatan diri.

"Kalau [siswa] sma kan sudah besar ya, mereka juga [ke sekolah] ada yang bawa motor sendiri. Kalau yang kecil kan perlu dijemput, nah ini bagaimana mekanisme kita tingkatkan [untuk melindungi]," imbuhnya.

Baca Juga:Cek Fakta: Isu Penculikan Anak di Purbalingga Fakta atau Hoaks? Ini Penjelasan Kapolres

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak