Diserbu Pensiunan, Rumah Murah di Jogja Masih Wacana

Murahnya harga pangan dan tingginya harapan hidup di DIY jadi alasan mereka memilih tinggal di kota ini pasca pensiun.

Galih Priatmojo
Senin, 10 April 2023 | 15:40 WIB
Diserbu Pensiunan, Rumah Murah di Jogja Masih Wacana
Pj Sekda DIY, Wiyos menyampaikan tentang tanah mahal DIY di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (10/03/2023). [Kontributor/Putu Ayu Palupi]

SuaraJogja.id - Harga tanah di DIY yang tinggi dan membuat warga lokal kesulitan untuk membeli rumah nampaknya bukan tanpa alasan. Penjabat (pj) Sekda DIY, Wiyos Santoso mengakui banyak warga asal Jakarta, terutama para pensiunan yang ingin tinggal di DIY.

Murahnya harga pangan dan tingginya harapan hidup di DIY jadi alasan mereka memilih tinggal di kota ini pasca pensiun. Akibatnya mereka tidak menawar saat membeli tanah di DIY.

"Akhirnya banyak orang jakarta kalau beli tanah di jogja ora ngenyang (menawar-red). Mau saja. Akhirnya kan juga orang jogja sendiri akhirnya kalau mau beli [tanah] itu terlalu tinggi," papar Wiyos di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (10/03/2023).

Menurut Wiyos, tingginya permintaan warga luar untuk membeli tanah di DIY sulit dibendung. Banyaknya permintaan pembelian tanah akhirnya membuat lahan di kota ini semakin terbatas.

Baca Juga:Warga Banyakan Demonstrasi Tolak Rencana Pembangunan Pabrik Pengolahan Sampah di Wilayahnya

Apalagi pemda tidak bisa membatasi warga DIY untuk menjual tanahnya. Contohnya di kawasan Jalur Jalan Lingkar Selatan (JJLS), banyak warga menawarkan tanahnya dengan harga yang tinggi.

"Kalau dulu sebelum ada jalur cepat jjls dan masih hutan, warga sana hanya bisa menjual tanah dengan harga murah. Tapi saat ini dengan adanya jalur cepat tersebut, maka tanah di kawasan itu jadi mahal. Kan akhirnya banyak warga yang ingin merasakan menjual tanah mereka dengan harga mahal," tandasnya.

Karenanya pernyataan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X untuk mengembangkan rumah murah di Sultan Ground atau tanah Sultan yang berada di kawasan Bantul nampaknya masih jadi wacana. Rencana tersebut masih jauh dari realita karena membutuhkan perencanaan yang matang.

Pemda masih harus menginventarisir Sultan Ground yang bisa dimanfaatkan untuk kawasan rumah murah. Apalagi Sultan Ground juga yang ada di DIY juga sudah dimanfaatkan oleh warga sekitar.

"Jogja mana ada kawasan sultan ground yang kosong, minimal ada yang garap. Kalau ada yang garap untuk pertanian maka kita harus ganti rugi juga untuk mengalihkan mereka juga," imbuhnya.

Baca Juga:Buruh Jogja, Begini Cara Mengadu Kalau Ada Masalah Seputar THR

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak