Diikuti Ribuan Jemaah, Takmir Masjid Gedhe Kauman Gelar Salat Gerhana Matahari

Dalam salat gerhana ini tadi setidaknya diikuti lebih dari seribu jemaah. Baik dari warga Kauman sendiri maupun masyarakat umum.

Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana
Kamis, 20 April 2023 | 20:57 WIB
Diikuti Ribuan Jemaah, Takmir Masjid Gedhe Kauman Gelar Salat Gerhana Matahari
Salat gerhana matahari di Masjid Gedhe Kauman, Kamis (20/4/2023). [Hiskia Andika Weadcaksana / Suarajogja.id]

SuaraJogja.id - Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta menggelar salat Gerhana Matahari pada Kamis (20/4/2023) pukul 10.30 WIB. Ribuan orang hadir mengikuti salat tersebut secara langsung.

Takmir Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta Azman Latif menuturkan ada makna dalam setiap terjadinya fenomena baik gerhana bulan maupun matahari. Dalam hal ini yakni sesuai dengan tuntutan agama.

"Jadi kalau terjadi gerhana baik bulan maupun matahari itu di dalam agama dituntunkan, satu banyak beristigfar mohon ampun kepada Tuhan," kata Azman ditemui usai salat gerhana matahari, Kamis siang.

Kemudian, lanjutnya, kedua untuk banyak bersedekah. Lalu yang ketiga untuk mendirikan atau menegakkan salat gerhana itu sendiri.

Baca Juga:Hanya Sekali, Masjid Gedhe Kauman Pastikan Gelar Salat Idul Fitri pada 21 April 2023

"Ini tadi kalau sedekah kita fasilitasi, istigfar sudah kita tuntun untuk melakukan ampun kepada Allah, lalu dilakukan salat secara berjamaah ini memang sesuai tuntunan Allah," sambungnya.

Dalam salat gerhana ini tadi setidaknya diikuti lebih dari seribu jemaah. Baik dari warga Kauman sendiri maupun masyarakat umum.

"Ya kurang lebih 900an-seribuan jemaah. Dari jamaah memang sudah tercampur tidak cuma Kauman tapi juga dari luar," ucapnya.

Mengutip dari laman resmi BMKG, gerhana Matahari Hibrida adalah perpaduan dua macam gerhana dalam satu fenomena.

Awalnya akan terjadi gerhana matahari cincin, kemudian menjadi gerhana matahari total dan berakhir menjadi gerhana Matahari cincin kembali.

Baca Juga:Wisata Religi: Masjid Gedhe Mataram Kotagede, Masjid Tertua dengan Arsitektur Hindu

Indonesia hanya dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total karena jarak Bulan yang sedikit lebih dekat dengan Bumi.

Sementara itu melansir dari situs Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), gerhana matahari hibrida yang telah terjadi pada 20 April 2023 ini berlangsung selama 3 jam 5 menit mulai dari durasi kontak awal hingga akhir jika diamati dari Biak, dengan durasi fase tertutup total 58 detik.

Berdasarkan pengamatan terkait, gerhana matahari hibrida diprediksi kembali terjadi 26 tahun lagi yakni pada tahun 2049. Lebih jauh lagi, gerhana matahari hibrida juga akan kembali terjadi pada tahun 2349.

Sementara, perkiraan gerhana matahari terakhir kali teramati dari Indonesia yakni pada tahun 1807 dan 1507 silam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak