Singgung Harga Beras Mahal, Anies Soroti Pemberantasan Mafia hingga Kesejahteraan Petani

Anies Baswedan menyebut mafia produk pertanian itu yang menjadi sumber masalah di Indonesia.

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 19 September 2023 | 19:16 WIB
Singgung Harga Beras Mahal, Anies Soroti Pemberantasan Mafia hingga Kesejahteraan Petani
Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan di dalam acara Mata Najwa di Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (19/9/2023). [Suarajogja.id/Hiskia Andika Weadcaksana]

SuaraJogja.id - Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan menyinggung persoalan harga beras yang kian melonjak belakangan ini. Ia menyoroti mafia-mafia yang perlu perlu diberantas.

Menurutnya mafia produk pertanian itu yang menjadi sumber masalah di Indonesia. Sehingga harus diperangi secara tuntas dan menyeluruh.

"Tata niaga ini dikoreksi dan mafia-mafia terkait produk pertanian harus diperangi secara tuntas karena merekalah sumber masalah yang ada di tempat ini," kata Anies di dalam acara Mata Najwa di Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (19/9/2023).

Disampaikan Anies, Indonesia membutuhkan tata kelola yang lebih dalam semua sisi kehidupan. Termasuk dalam hal ini adalah tata kelola beras yang belum dioptimalkan.

Baca Juga:Koleksi Mobil Anies Baswedan, Family Car hingga Vespa Peninggalan Orang Tua

Harga beras yang melonjak belakangan ini, kata eks Gubernur DKI Jakarta ini membuat biaya hidup yang juga tinggi. Kondisi ini kemudian semakin memberatkan kelompok masyarakat yang masih berada dalam golongan pra-sejahtera. 

Tak hanya masyarakat umum yang akan merasakan kondisi kian berat akibat tingginya harga pokok. Namun petani sebagai produsen pun disebut Anies, tidak dapat menjadi sejahtera. 

"Situasi yang kita hadapi adalah berasnya mahal, petaninya tidak sejahtera, uangnya hilang di jalan," ungkapnya.

Upaya menurunkan biaya bahan-bahan pokok itu harus terus menerus dilakukan. Pasalnya jika biaya produksi masih tetap tinggi akan semakin memberatkan para petani. 

"Pakai indikator sederhana saja petani bisa menabung. Selama petani tidak bisa menabung, berarti biaya operasional produksinya tidak sebanding dengan pendapatannya," tuturnya.

Baca Juga:Rekam Jejak Kerja Sama Veronica Tan dan Anies Baswedan, Bersyukur Program Mantan Suami Dilanjutkan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini