Sekadar jadi Dokumentasi Sejarah, Kuliner Tradisional Keraton Bisa Terancam Punah

kuliner tradisional keraton sementara ini masih banyak yang hanya menjadi dokumentasi sejarah tapi tak terdistribusi atau ditularkan ke khalayak

Galih Priatmojo
Minggu, 22 Oktober 2023 | 15:05 WIB
Sekadar jadi Dokumentasi Sejarah, Kuliner Tradisional Keraton Bisa Terancam Punah
Chief Operating Officer Elrama Hospitality, Andhika Yopi dalam diskusi kuliner tradisional di Losarium Yogyakarta, Jumat (20/10/2023) malam. [Kontributor/Putu Ayu Palupi]

SuaraJogja.id - Indonesia memiliki banyak sekali sajian kuliner sejak ratusan tahun silam yang dimiliki kerajaan-kerajaan di Nusantara. Namun seiring perjalanan sejarah bangsa ini, banyak resep kuliner tradisional keraton-keraton yang sekedar jadi dokumentasi sejarah di manuskrip atau buku-buku tebal. 

Tanpa tahu rasa asli sebenarnya dari buku resep-resep berharga yang jadi bagian dari warisan budaya, maka kuliner tradisional keraton bisa saja terancam punah. Padahal tak sekedar sajian makanan atau minuman, resep-resep keraton bermuatan filosofis. 

Akulturasi akibat pengaruh kuliner Belanda, Tionghoa hingga Timur Tengah dalam rempah-rempah kuliner keraton pun dikhawatirkan tenggelam dengan banyaknya menu makanan baru yang masuk ke Indonesia.

"Kuliner keraton seperti halnya produk budaya lain itu pada intinya kalau tidak dipakai atau tidak dilestarikan kan pasti sangat beresiko akan hilang atau punah. Kalau batik kita tahu motifnya, ada kodenya. Tapi kalau kuliner tradisional keraton tidak ada kodenya, tidak ada yang tahu rasa sebenarnya," papar Chief Operating Officer Elrama Hospitality, Andhika Yopi dalam diskusi kuliner tradisional di Losarium Yogyakarta, Jumat (20/10/2023) malam lalu.

Baca Juga:Bumbu Soto Mie Bogor, Enak dan Gampang Dibuat di Rumah

Menurut pengelola Losarium tersebut, jika sekadar jadi dokumentasi, tidak ada orang yang tahu rasa asli dari resep-resep kuliner yang jadi kesukaan para raja di Keraton seperti Yogyakarta ataupun Solo. Masyarakat juga tidak akan tahu proses dan momen yang digunakan untuk menikmati kuliner-kuliner berharga tersebut.

Sementara jumlah ahli kuliner tradisional keraton juga sangat minim. Akibatnya saat ini hanya sedikit kuliner keraton yang kembali bisa didistribusikan untuk dinikmati khalayak saat ini.

"Karenanya mau tidak mau kita harus melestarikan resep keraton itu dengan kembali mengolah dan menampilkannya kepada masyarakat umum. Resto-resto pun perlu mengusung menu tradisional keraton ini untuk kembali ditampilkan agar orang tahu rasa sebenarnya dari kuliner tradisional, tentu dengan kreasi dari pakemnya," tandasnya.

Yopi mencontohkan, Losarium mengkreasikan menu bernama Catur Sagatra yang merupakan kombinasi menu makanan Keraton Yogyakarta, Keraton Surakarta, Keraton Mangkunegaran dan Keraton Pakualaman yang sudah ada sejak ratusan tahun. Menu ini terdiri Tahu Uter-uter dari Keraton Pakualaman yang dipadukan dengan Pecel Pitik dari Keraton Yogyakarta dan Sate Pentul dari Keraton Mangkunegaran Solo serta Urip-urip itu dari Keraton Solo.

Ada pula menu masa lampau yang dikreasi menjadi nama Lidhah ala Biefstuk. Makanan ini merupakan salah satu makanan diet Sri Sultan HB VIII yang memiliki citarasa enak dan berkualitas.

Baca Juga:Sarwendah Pamer Masak Kentang, Warganet Ngaku Tak Berselera

"Menu-menu ini mungkin akan punah apabila tidak dilestarikan, bagaimana pada masa itu sudah ada diet, dilakukan oleh Sultan di Kraton. Ini menarik, maka itu kami coba munculkan tentu dengan sentuhan kekinian," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak