Siasat Pedagang Nasi Sayur Warteg di Jogja Hadapi Harga Kebutuhan Pokok yang Serba Meroket

Pedagang nasi sayur menjadi salah satu yang terdampak akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dalam beberapa pekan terakhir. Begini siasat mereka

Galih Priatmojo
Selasa, 24 Oktober 2023 | 20:53 WIB
Siasat Pedagang Nasi Sayur Warteg di Jogja Hadapi Harga Kebutuhan Pokok yang Serba Meroket
Ilustrasi warteg (unsplash.com)

SuaraJogja.id - Merangkaknya harga kebutuhan pokok membuat sejumlah warga Jogja mulai merasakan dampaknya. Siasat pun mulai diterapkan demi agar tak boncos di akhir bulan.

Penjaja warteg di kawasan Perumnas, Jogja, Gun (30) mengaku sudah menyiapkan siasat agar tak merugi di tengah naiknya harga kebutuhan pokok dalam kurun sepekan belakangan ini.

Salah satu siasat yang digunakan Gun adalah dengan mengurangi komposisi dan porsi dari masing-masing masakan, termasuk nasi. 

 "Ya caranya komposisinya dikurangi, harga harus tetap sama, tapi itu tadi porsinya harus bisa dikurangi. Kenaikan harga di pasar kan sudah sejak dua bulan yang lalu, sampai sekarang ya strateginya dengan mengurangi porsi makanan yang diberikan pada pembeli, agar harganya tetap sama", ucap Gun.

Baca Juga:Jadwal SIM Keliling Jogja, Nikmati Proses yang Mudah dan Praktis

Beruntung, kenaikan harga bahan pokok di pasar yang mulai terjadi sejak bulan Agustus 2023 ini tak membuat para pelanggan wartegnya ngacir.

Ia mengaku pelanggannya masih banyak yang setia bersantap di warteg miliknya.

Sementara itu berdasar pantauan di sejumlah pasar di wilayah Jogja utara, harga kebutuhan pokok memang tengah meroket.

Tak sedikit bahkan yang kini harganya dua kali lipat dari harga sebelumnya.

Yuni (68), salah satu pedagang di Pasar Condongcatur menyebut beras yang semula berada di harga Rp13.000-Rp13.700 kini naik menjadi Rp14.000-Rp16.500. 

Baca Juga:Diujicoba Tiga Bulan, Trans Jogja Boleh Lawan Arus di Pasar Kembang

Selain beras, minyak juga mengalami kenaikan walaupun relatif kecil. Sebelumnya harga minyak berada di Rp13.500, sekarang menjadi Rp13.750.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak