Sehingga memang, kata Arga, hasil survei para pasangan calon itu belum dapat dijadikan sebagai representasi di lapangan. Mengingat berbagai keterbatasan metodologi.
Ia menyebut ketiga pasangan saat ini masih memiliki peluang yang sama untuk menang dalam Pilpres 2024. Tinggal bagaimana cara masing-masing untuk memikat hati masyarakat dalam sisa waktu yang ada.
"Kans sampai saat ini sebetulnya semuanya berada di posisi yang sama dan tidak ada yang jauh lebih unggul dan ini tergantung bagaimana selama tiga-empat bulan terakhir ini mereka bisa menggaet suara publiknya," pungkasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PKS Habib Aboe Bakar Al-Habsyi mengaku heran dan bingung dengan hasil survei yang menyebutkan bahwa elektabilitas bakal pasangan calon presiden-wakil presiden Anies-Muhaimin berada di urutan terakhir di antara yang lain.
Baca Juga:Eep Safulloh Beberkan Data Menarik, 48 Persen Pemilih Belum Mantap dengan Capres Pilihannya
"Di survei jelek semua tetapi di jalanan banyak massanya (Anies-Imin). Itu yang ga jelas, yang bener yang mana juga saya nggak tahu," kata Aboe Bakar, usai menghadiri diskusi yang digelar di Jakarta Selatan, Minggu (29/10/2023).
Dia mengatakan bahwa Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar merupakan bakal pasangan capres-cawapres yang paling siap, meskipun awalnya dianggap sebelah mata oleh beberapa pihak.
"Seakan-akan paslon ini nggak akan masuk, ternyata masuk gelombang pertama, daftar pertama, betapa siapnya si paslon," ujar Aboe Bakar.