Contohnya, kalau setiap hari makan di angkringan, mungkin bisa mengandalkan UMP DIY. Terlebih akhir-akhir ini harga bahan pokok naik semua, semakin sulit lagi.
Meski demikian, Eko juga mengatakan pada akhirnya semuanya kembali lagi ke masing-masing orangnya. Mungkin ada yang merasa tidak cukup seperti Eko, atau ada juga yang merasa baik-baik saja.
"Sebenernya nggak cukup ya, lebih ke ngepress sih. Ibaratnya kan untuk jajan lewat angkringan terus, itu mungkin bisa. Apalagi sekarang harga bahan pokok kan naik semua, makin susah lagi. Tapi ya tergantung orangnya juga.", ujar Eko.
Tak seperti Erin dan Eko, Marji (27) yang merupakan seorang karyawan di toko petshop, mengungkapkan bahwa UMP DIY baginya sejauh ini cukup memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Salah satunya kebutuhan rumah tangga.
Marji merasa cukup dengan UMP DIY karena selama ini untuk kebutuhan beras (nasi), ia memiliki ladang padi sendiri, jadi kebutuhan beras sudah bisa terpenuhi secara mandiri.
Marji juga menambahkan bahwa sebetulnya UMP itu tergantung bagaimana masing-masing orang bisa mensyukuri dan menikmatinya.
"Cukup sih, ya seperti buat kebutuhan rumah tangga kaya gitu. Kalau untuk beras alhamdulillah saya panen sendiri, jadi bisa mencukupi dari situ. Ya tergantung sih sebenarnya, tergantung bagaimana kita masing-masing bisa mensyukuri dan menikmati UMP di Yogyakarta ini ya.", ucap Marji.
Kontributor: Fristian Setiawan
Baca Juga:Karyawan Koperasi Palsukan Data Nasabah di Kulon Progo, Pelaku Gelapkan Uang Rp 167 Juta