Singgung Pembangunan IKN, AHY Minta Tak Asal Gusur Lahan Warga Lokal

AHY mengungkapkan kebijakan itu diambil untuk menekan bentrokan atau gesekan antar masyarakat dan instansi terkait di lapangan.

Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 26 April 2024 | 12:53 WIB
Singgung Pembangunan IKN, AHY Minta Tak Asal Gusur Lahan Warga Lokal
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memberi keterangan pada wartawan di STPN Yogyakarta, Kamis (25/4/2024). [Hiskia Andika Weadcaksana/Suarajogja.id]

SuaraJogja.id - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyinggung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Ia meminta tidak ada asal gusur lahan warga lokal dalam pembebasan lahan.

Hal ini disampaikan AHY saat melakukan kunjungan ke Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN), Yogyakarta. Segala pengembangan bisnis yang berkaitan dengan lahan harus dipastikan beres secara keseluruhan.

"Dari sisi ATR/BPN kita harus meyakinkan lahan yang akan digunakan untuk bisnis, untuk pengembangan usaha termasuk juga properti yang lain itu harus diyakinkan dulu clean and clear lahannya, jangan sampai ada masalah," kata AHY kepada awak media di STPN Yogyakarta, Kamis (25/4/2024) kemarin.

Termasuk, dalam hal ini pembebasan lahan di kawasan IKN. Harus dipastikan terlebih dulu persoalan lahan milik warga lokal tersebut.

Baca Juga:Palsukan Surat Kuasa hingga Gadaikan Sertifikat Tanah Kakak Kandung, Perangkat Desa Caturharjo Sleman Ditangkap Polisi

AHY meminta seluruh jajarannya tidak asal gusur lahan milik masyarakat. Pendekatan humanis harus selalu dikedepankan untuk urusan pembebasan lahan.

"Biasanya jika ada pelepasan kawasan hutan kita harus cek terlebih dahulu. Apakah ada masyarakat, ada warga yang menduduki lokasi tersebut. Sehingga kalau ada harus diselesaikan terlebih dahulu, tidak boleh asal gusur," tegasnya.

Prioritas itu, AHY bilang untuk menekan bentrokan atau gesekan antar masyarakat dan instansi terkait di lapangan. Kepentingan masyarakat, menurutnya menjadi yang diutamakan.

"Nah kita ingin pendekatan itu juga humanis. Kita ingin tidak ada bentrokan-bentrokan yang terjadi di lapangan karena pada akhirnya kita mengutamakan masyarakat kita sendiri," tuturnya.

"Apalagi mereka yang sudah menghuni cukup lama di suatu daerah tapi sekali lagi kita juga punya tujuan besar pembangunan yang harus kita jaga dan kawal bersama-sama," imbuhnya.

Baca Juga:Terbukti Terlibat Mafia Tanah, Mantan Kepala Dispertaru DIY Divonis 4 Tahun Penjara

Ditambahkan AHY, ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kementerian ATR/BPN maupun kementerian lainnya. Dari satu sisi mempercepat pertumbuhan infrastruktur dengan tak mengesampingkan keadilan sosial.

"Jadi singkatnya adalah kita menyeimbangkan antara mempercepat pertumbuhan dan pembangunan tadi termasuk infrastruktur tetapi juga tidak boleh mengesampingkan aspek keadilan sosial keadilan. Keadilan dan keberpihakan kita pada rakyat kecil ini lah yang menjadi kekuatan sekaligus tantangan tersendiri bagi Kementerian ATR BPN maupun Kementerian lainnya," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak