Modal Terjangkau, Untung Menggiurkan Begini Cara Mahasiswa UGM Ajarkan Budidaya Lebah Klanceng untuk Kelompok Disabilitas

Tim tersebut dibimbing oleh Moh. Sofiul Anam, sebagai dosen pendamping.

Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 17 Juli 2024 | 21:45 WIB
Modal Terjangkau, Untung Menggiurkan Begini Cara Mahasiswa UGM Ajarkan Budidaya Lebah Klanceng untuk Kelompok Disabilitas
Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan pendampingan budidaya lebah madu tanpa sengat kepada Kelompok Pemberdayaan Disabilitas (KPD) Mitra Karya Sejahtera Kabupaten Gunungkidul. (SuaraJogja.id/HO-UGM)

Sebelum ini, beberapa program sebenarnya sudah coba untuk dilakukan. Mulai dari beternak ayam, kambing hingga budidaya lele.

Namun berbagai program itu belum berjalan mulus sebab membutuhkan modal yang besar dan kondisi fisik yang kuat. Berbeda dengan pelatihan budidaya lebah klanceng, yang menurut Desta, kelompok difabel sudah memiliki pengetahuan dan kemampuan baru mengenai budidaya lebah klanceng tanpa sengat dengan manajemen yang baik.

"Kita juga memberikan materi tentang tata cara pemasaran yang baik hingga pengembangan produk turunan madu seperti bee pollen, propolis, dan royal jelly," ujarnya.

Selain pemberdayaan terhadap anggota difabel, kata Desta, tim mahasiswa juga memberikan training of trainer kepada pengurus KPD Mitra Sejahtera. Tujuannya agar mereka yang telah mengikuti program pelatihan dapat menjadi fasilitator bagi kelompok pemberdayaan difabel lainnya.

Baca Juga:Sleman dan Gunungkidul Alami Kekeringan, BPBD DIY Lakukan Modifikasi Cuaca

Ketua Pusat Pemberdayaan Disabilitas Mitra Sejahtera Gunungkidul, Hardiyo, mengatakan pendampingan yang diberikan oleh tim mahasiswa UGM diharapkan mampu memberikan keterampilan baru bagi anggota Kelompok Mitra Karya Sejahtera.

"Kita berharap pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan pada kelompok pemberdayaan disabilitas lainnya," ujar Hardiyo.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak