Sebanyak 180 Anak di Selopamioro Terjerat Stunting, Faktor Ekonomi dan Tradisi Disorot

Salah satu faktornya adalah kondisi sosial ekonomi yang berperan.

Muhammad Ilham Baktora
Selasa, 15 Oktober 2024 | 16:45 WIB
Sebanyak 180 Anak di Selopamioro Terjerat Stunting, Faktor Ekonomi dan Tradisi Disorot
Ilustrasi stunting. [Ist]

SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, sedang menganalisis berbagai faktor penyebab tingginya kasus stunting di wilayah dengan laporan tertinggi, seperti Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri.

"Kami akan menganalisis lebih lanjut berbagai faktor yang memengaruhi terjadinya stunting di Selopamioro," ujar Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Tri Widiyantara, Selasa (15/10/2024).

Berdasarkan intervensi pemerintah hingga Juni 2024, kasus stunting di Bantul tercatat sekitar 11 persen. Meskipun data per kecamatan tidak dirinci, wilayah Imogiri, khususnya Kelurahan Selopamioro, mencatat jumlah kasus tertinggi.

Terdapat sekitar 180 kasus stunting di Selopamioro, yang menjadi fokus utama pemerintah untuk diatasi. Agus menyebutkan berbagai faktor yang memicu stunting di wilayah tersebut.

Baca Juga:Heboh Penemuan Mayat Pelajar Bantul di Tempat Penggergajian Kayu, 11 Orang jadi Tersangka Pengeroyokan

"Salah satu faktornya adalah kondisi sosial ekonomi yang berperan, serta sarana transportasi di sana yang lebih sulit dibandingkan daerah lain," jelasnya.

Selain itu, kebiasaan atau tradisi masyarakat setempat dalam kegiatan sosial juga turut memengaruhi. Masyarakat cenderung lebih mengutamakan keguyuban dan sumbangan dalam acara sosial daripada kebutuhan pribadi, termasuk pemenuhan gizi anak.

"Misalnya, saat ada acara, masyarakat lebih fokus memberikan sumbangan untuk tetangga daripada memperhatikan kebutuhan gizi anaknya sendiri, sehingga kadang makanan anak belum sesuai standar," lanjut Agus.

Meski begitu, hasil intervensi stunting hingga Juni menunjukkan penurunan dari 12 persen menjadi 11 persen di seluruh wilayah Bantul.

"Data intervensi lebih akurat dibanding survei karena dilakukan di seluruh wilayah, sementara survei hanya menggunakan metode sampling," tambahnya.

Baca Juga:Ditinggal Pergi, Dua Rumah di Pleret Bantul Ludes Terbakar

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak