SuaraJogja.id - Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus berlangsung. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat ratusan guguran lava dalam sepekan terakhir.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso mengatakan aktivitas tersebut tercatat pada periode 11-17 Oktober 2024.
"Pada minggu ini guguran lava teramati sebanyak 302 kali ke arah hulu Kali Bebeng sejauh maksimal 1.900 meter," kata Agus, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/10/2024).
Sementara itu suara guguran terdengar 11 kali dari Pos Kaliurang dan Pos Babadan dengan intensitas kecil hingga sedang. BPPTKG turut melakukan analisis foto udara dan thermal tanggal 17 Oktober 2024.
Baca Juga:Analisis Terbaru BPPTKG, Pertumbuhan Kubah Lava Gunung Merapi dan Potensi Ancaman
Analisis morfologi itu dilakukan dari stasiun kamera Deles5, Ngepos dan Babadan2. Morfologi kubah barat daya teramati adanya perubahan akibat adanya aktivitas pertumbuhan kubah dan guguran lava.
"Untuk morfologi kubah tengah tidak ada perubahan morfologi yang signifikan. Berdasarkan analisis foto udara volume kubah barat daya mengalami peningkatan, terukur sebesar 2.999.700 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.360.600 meter kubik," ucapnya.
BPPTKG juga masih mencatat sejumlah kegempaan didominasi gempa guguran yang mencapai 842 kali. Disusul gempa fase banyak 45 kali, 7 kali gempa frekuensi rendah dan 4 kali gempa tektonik.
"Pada minggu ini kegempaan fase banyak dan frekuensi meningkat sedangkan gempa guguran menurun," tuturnya.
Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.
Baca Juga:Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Sejauh 1.300 Meter, Kubah Lava Berubah Bentuk
Diketahui bahwa status Gunung Merapi pada tingkat Siaga atau Level III itu sudah berlangsung sejak 5 November 2020 lalu.
- 1
- 2