Sayur dan Susu masih Jadi Tantangan, Program Makan Siang Gratis di Bantul Dievaluasi

Dari evaluasi uji coba, ditemukan beberapa kendala, seperti sebagian anak yang enggan mengonsumsi sayuran atau minum susu.

Muhammad Ilham Baktora
Minggu, 24 November 2024 | 17:50 WIB
Sayur dan Susu masih Jadi Tantangan, Program Makan Siang Gratis di Bantul Dievaluasi
Sejumlah siswa menunjukkan makanan gratis saat simulasi program makan siang gratis di SMP Negeri 2 Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (29/2/2024). (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

SuaraJogja.id - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul, bekerja sama dengan pihak ketiga telah melaksanakan uji coba program makan siang bergizi di sejumlah sekolah, mulai dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), hingga sekolah dasar (SD).

"Program makan siang bergizi di Kabupaten Bantul ini telah diuji coba di beberapa sekolah, seperti SD Tlogo, SD Ngebel, serta sejumlah TK dan PAUD di Kecamatan Kasihan," ujar Kepala Disdikpora Bantul, Nugroho Eko Setyanto, dikutip Minggu (24/11/2024).

Dalam pelaksanaan program makan siang bergizi yang merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto ini, penyediaan makanan dilakukan oleh jasa katering yang telah memenuhi standar kelayakan berdasarkan penilaian dari pihak ketiga yang ditunjuk pemerintah daerah.

"Uji coba tersebut melibatkan sekitar 500 anak dari lima titik sekolah. Hasil evaluasi dari kegiatan ini nantinya akan menjadi masukan bagi pemerintah untuk menyempurnakan program makan siang bergizi ke depannya," tambah Nugroho.

Baca Juga:Tragis, Kakek Asal Bantul Tewas Dihantam Mobil Saat Menyeberang Ring Road Selatan

Dari evaluasi uji coba, ditemukan beberapa kendala, seperti sebagian anak yang enggan mengonsumsi sayuran atau minum susu. Nugroho menekankan pentingnya pembiasaan bagi anak-anak agar dapat menerima makanan bergizi yang sesuai kebutuhan.

"Perlu adanya langkah pra-kondisi untuk membiasakan anak-anak di Bantul mengonsumsi sayuran dan susu. Namun secara keseluruhan, hasil uji coba berjalan dengan baik," jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa program ini mempertimbangkan kebutuhan anak-anak dengan alergi terhadap makanan tertentu. Meski demikian, selama uji coba berlangsung, tidak ditemukan efek buruk terhadap kesehatan anak-anak.

"Sebagian besar anak hanya belum terbiasa, seperti tidak suka susu atau sayur. Padahal, keduanya penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan mencegah penyakit degeneratif. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan pembiasaan lebih lanjut," kata dia.

Program makan siang bergizi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak-anak di Kabupaten Bantul, sekaligus mendukung terciptanya generasi yang lebih sehat dan cerdas.

Baca Juga:Pemkab Bantul Petakan Kelurahan untuk Sediakan Ikan Segar Bahan Makan Bergizi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak