Siaga Serangan Jantung, Wisatawan Jogja Kini Dilindungi AED di Malioboro

"Tapi tetap nanti perlu telepon 119 untuk mengangkut pasien".

Muhammad Ilham Baktora
Rabu, 11 Desember 2024 | 18:37 WIB
Siaga Serangan Jantung, Wisatawan Jogja Kini Dilindungi AED di Malioboro
Kondisi Jantung Tidak Sehat (pexels.com)

SuaraJogja.id - Mendekati perayaan malam Tahun Baru di Kota Jogja, sejumlah pengamanan oleh OPD Pemkot Yogyakarta diperketat. Tak hanya keamanan, antisipasi dan penanganan gejala sakit juga dilakukan, termasuk serangan jantung.

Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta sejumlah relawan di lokasi wisata yang ada di Jogja dibekali dengan alat berupa Automated External Defibrillator (AED) untuk antisipasi wisatawan yang terkena serangan jantung.

"Jogja kan kota wisata, jadi memang kami siapkan alat ini di sejumlah titik untuk antisipasi wisatawan yang tiba-tiba mengalami serangan jantung," kata Kepala Dinkes Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani, ditemui di Puskesmas Pakualaman, Rabu (11/12/2024).

Ia menerangkan bahwa ada sekitar tiga titik lokasi yang sudah dibekali alat tersebut, termasuk pelatihan para relawan yang ada di sekitar lokasi wisata. Emma menerangkan sementara penempatan alat tersebut ada di Malioboro yakni sekitar parkir Abu Bakar Ali dan di depan Kantor Kepatihan (Kantor Gubernur DIY).

Baca Juga:Gedung Barunya Senilai Rp7,24 M, Puskesmas Pakualaman bakal Layani Pasien di sekitar Lokasi Wisata

"Jadi itu untuk penanganan sementara ketika ada wisatawan yang terkena serangan jantung. Tapi tetap nanti perlu telepon 119 [pertolongan ambulans] untuk mengangkut pasien. Jadi relawan ini sebagai penolong pertama saja," kata dia.

Emma menerangkan beberapa relawan sudah diberi pelatihan, mulai dari pedagang sekitar, termasuk dari petugas Jogoboro yang biasa berpatroli di sekitar Malioboro. Ke depan tak hanya Malioboro, lokasi seperti di Alun-Alun Lor dan Kidul juga akan disiapkan relawan.

Disinggung tingkat kasus terjadinya serangan jantung di Kota Jogja, Emma mengaku tak memiliki data pasti. Meski begitu, serangan jantung ini banyak dialami orang muda.

"Jadi trennya penyakit tidak menular ini [jantung], trennya semakin meningkat. Baik itu jumlahnya termasuk umur, jadi usia muda juga berpotensi kena," ujar dia.

Dinkes Kota Yogyakarta, berusaha mengedukasi masyarakat terhadap penyakit tidak menular ini. Ke depan, harapannya masyarakat khususnya di Jogja lebih peduli dengan pola hidup sehat yang lebih baik untuk meminimalisasi potensi terserang penyakit.

Baca Juga:Jelang Libur Panjang, Bantul Optimalkan Kantong Parkir di Pasar dan Gedung Pemerintah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak