Ramai Soal Rencana Plengkung Gading Ditutup Permanen, Ternyata Ini Alasannya

Penataan manajemen lalu lintas akan dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) DIY.

Muhammad Ilham Baktora
Kamis, 23 Januari 2025 | 17:15 WIB
Ramai Soal Rencana Plengkung Gading Ditutup Permanen, Ternyata Ini Alasannya
kawasan Plengkung Gading hingga Alun-Alun Kidul diwacanakan akan ditutup. Sebelum memastikan ditutup akan dilakukan ujicoba. [Kontributor/Putu Ayu Palupi]

SuaraJogja.id - Rencana uji coba penutupan Plengkung Gading terus bergulir. Penutupan tersebut dilakukan bukan tanpa sebab.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY, Anna Rina Herbranti di Kompleks Kepatihan, Kamis (23/1/2025) menyatakan, berdasarkan temuan Dinas Kebudayaan DIY pada 2018, beberapa titik lengkung di Plengkung Gading mengalami deformasi atau retakan.

Persoalan ini disebabkan tekanan aktivitas dan tekanan lalu lintas yang cukup tinggi di kawasan tersebut. Tekanan tersebut berpotensi besar merusak konstruksi fisik Plengkung Gading dan mengakibatkan menurunnya kualitas udara di kawasan tersebut.

"Dikhawatirkan [Plengkung Gading] rusak, terlalu banyak kendaraan lewat di depan sana, jadi suaranya dek-dek-dek, pastikan padahal kondisinya beberapa sudah retak," ungkapnya.

Baca Juga:Keraton Yogyakarta Bakal Tutup Akses Plengkung Gading dan Alun-Alun Kidul, Ini Alasannya

Anna mengungkapkan, dengan adanya masalah infrastruktur tersebut, maka manajemen lalu lintas di kawasan tersebut harus ditata ulang. Lalu lintas Plengkung Gading pun perlu dihentikan agar kerusakan cagar budaya yang menjadi bagian dari Sumbu Filosofi tersebut tidak semakin parah.

Nantinya penataan manajemen lalu lintas akan dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) DIY. Sedangkan DPUPESDM akan berwenang dalam hal pembangunan ataupun perbaikan fisik Plengkung Gading.

Sebelum diberlakukan, harus ada uji coba terkait pengaturan lalu lintas di kawasan tersebut. Nantinya akan dilakukan koordinasi dengan lurah dan kepolisian serta masyarakat sebelum ditutup.

"Meskipun ditutup, kan ada jalur alternatif sisi timurnya. Ini perlu dilakukan untuk mengamankan cagar budaya. Kita terus koordinasi dengan dinas kebudayaan, kita harus menjaga cagar budaya, apalagi di situ sudah masuk sumbu filosofi kan," ujarnya.

Secara terpisah, salah seorang pengendara motor yang melewati Plengkung Gading, Dwi Prakoso mengungkapkan, kawasan tersebut terlalu padat kendaraan. Karenanya perlu rekayasa lalu lintas agar tidak semakin semrawut.

Baca Juga:Usulan Bangun Bioskop di Aceh Tuai Kritik, Begini Komentar Menbud Fadli Zon

"Kalau ada rencana ditutup ya tidak apa-apa, yang penting ada jalur lain yang bisa dilewati," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak