Tukar Rokok dengan Telur: Solusi Gizi Keluarga dan Cegah Stunting

Masyarakat haru tahu pentingnya membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak dalam sehari.

Muhammad Ilham Baktora
Senin, 27 Januari 2025 | 20:10 WIB
Tukar Rokok dengan Telur: Solusi Gizi Keluarga dan Cegah Stunting
Penjual Telur Menata Dagangannya di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa, (27/2/2024).

SuaraJogja.id - Praktisi kesehatan masyarakat, Dokter Ngabila Salam mengimbau keluarga di Indonesia untuk mulai mengurangi konsumsi rokok dan mengadopsi gaya hidup sehat.

"Daripada membeli rokok, alihkan pengeluaran tersebut untuk membeli satu butir telur guna mencukupi kebutuhan gizi keluarga, terutama anak-anak, ibu hamil, dan calon ibu," ungkap Ngabila seperti dikutip Antara, Senin (27/1/2025).

Ngabila menjelaskan bahwa rokok menjadi salah satu pengeluaran terbesar kedua dalam rumah tangga, khususnya pada keluarga miskin, setelah beras.

Sayangnya, kebiasaan merokok tidak hanya merugikan dari sisi finansial, tetapi juga meningkatkan risiko kesehatan, seperti stunting pada anak akibat paparan asap rokok.

Baca Juga:Malioboro Bebas Asap Rokok, Pelanggar Siap-siap Kena Didenda Hingga Rp7,5 Juta

Sebagai solusinya, ia mendorong masyarakat untuk menggantikan pengeluaran untuk rokok dengan penerapan pola makan sehat sesuai panduan "Isi Piringku" dari Kementerian Kesehatan. Pola ini menekankan pentingnya keseimbangan gizi, termasuk konsumsi protein hewani yang sangat diperlukan untuk tumbuh kembang anak.

"Satu butir telur per hari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan protein hewani balita," jelasnya.

Selain telur, sumber protein hewani lainnya mencakup ikan, ayam, daging, dan seafood. Sedangkan protein nabati dapat diperoleh dari tempe, tahu, dan kacang-kacangan.

Tidak hanya protein, piring makan anak juga harus mengandung sayur, buah, karbohidrat dari nasi, lemak, serta lauk pauk lainnya dalam komposisi yang seimbang. Ngabila menganjurkan konsumsi lima porsi sayur dan buah per hari, yaitu tiga porsi saat makan besar dan dua porsi sebagai camilan.

Ia juga menekankan pentingnya membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak.

Baca Juga:Minimarket di Gunungkidul jadi Sasaran, Maling Gondol Ratusan Rokok Lewat Tembok Belakang

"Batas maksimal harian untuk orang dewasa adalah 4 sendok makan gula, 1 sendok teh garam, dan 5 sendok makan lemak. Itu sudah mencakup seluruh makanan, camilan, serta minyak untuk memasak," ujarnya.

Bagi keluarga yang bingung mengolah makanan bergizi, Ngabila mengingatkan bahwa Kementerian Kesehatan telah menyediakan buku resep digital yang berisi berbagai menu sehat tinggi protein dengan bahan yang mudah ditemukan dan harga terjangkau.

Buku resep tersebut, termasuk buku pedoman Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), dapat diunduh secara gratis melalui situs resmi ayosehat.kemkes.go.id. Dengan memanfaatkan panduan ini, keluarga dapat mulai menerapkan pola makan sehat yang mendukung tumbuh kembang anak dan kesehatan seluruh anggota keluarga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak