Jogja Jadi Magnet Pengemis Luar Kota saat Ramadan karena 'Dermawan', Satpol PP Perkuat Operasi

Mereka biasanya mangkal di sejumlah titik yang strategis.

Muhammad Ilham Baktora
Jum'at, 28 Februari 2025 | 15:08 WIB
Jogja Jadi Magnet Pengemis Luar Kota saat Ramadan karena 'Dermawan', Satpol PP Perkuat Operasi
Kawasan Malioboro yang sering ramai didatangi pengemis, gelandangan dan manusia silver selama Ramadan, Jumat (28/2/2025). [Kontributor Suarajogja.id/Putu]

SuaraJogja.id - Jumlah pengemis dan manusia silver di Kota Yogyakarta mengalami peningkatan saat Ramadan 1446 H. Kebanyakan mereka datang dari luar daerah untuk mengais rezeki di bulan puasa ini.

"[Maraknya pengemis dan manusia silver selama Ramadan] sudah rutin terjadi, tidak hanya di Kota Yogyakarta tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia. Karena ini bulan banyak sedekah, mereka berpikir untuk datang ke daerah tersebut," papar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat di Yogyakarta, Jumat (28/2/2025).

Octo menyebutkan, Yogyakarta dikenal sebagai kota yang dermawan. Karena itu maraknya pengemis dan manusia silver di kota kerap terjaring berulang kali.

Mereka biasanya mangkal di sejumlah titik yang strategis. Sebut saja di kawasan Stasiun Yogyakarta, Malioboro, Keraton Yogyakarta, Masjid Gede Kauman dan Alun-Alun Selatan.

Baca Juga:Jemaah Aolia di Gunungkidul Bubar, Puasa Ramadan 2025 Ikut Pemerintah

"Beberapa waktu yang lalu ada kelompok pengemis yang diturunkan oleh kendaraan di titik tersebut ke Jogja karena kota ini jadi tujuan yang menarik," tandasnya.

Karenanya untuk mengatasi fenomena ini, Satpol PP bekerja sama dengan Dinas Sosial DIY dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Yogyakarta melakukan operasi. Dalam operasi yang digelar Kamis (27/2/2025) malam, petugas mengamankan tujuh gelandangan.

Tiga orang di antaranya merupakan warga Kota Yogyakarta. Mereka pun diminta pulang ke rumah masing-masing.

Sedangkan empat orang lainnya berasal dari luar kota. Satu orang merupakan warga asal Ponorogo dan tiga orang yang tidak membawa identitas.

"Mereka dibawa ke Camp Assessment untuk pendataan lebih lanjut. Untuk keterangan sementara, mereka memang menggelandang," jelasnya.

Baca Juga:Stok LPG Subsidi Kulon Progo Aman Hingga 2025, Tapi Awas Pengecer Nakal

Kontributor : Putu Ayu Palupi

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini