Salah satu karyawan swasta tersebut mengaku seringkali mengajak teman-teman kosnya dari luar Yogyakarta untuk Salat Id di Alkid.
Pemandangan dua pohon beringin besar yang dan bangunan-bangunan cagar budaya di kawasan tersebut membuat suasana ibadha jadi lebih terasa ke-Yogyakartaan-nya.
"Ini saya bawa teman dari Palembang yang sengaja ingin Salat Id di Alkid, sapa tahu tahun depan benar-benar tidak boleh Salat Id di sini," tandasnya.
Sementara salah seorang pedagang siomay, Cahyo mengaku bisa rugi besar bila kebijakan larangan Salat Id benar-benar diberlakukan Keraton Yogyakarta tahun depan.
Baca Juga:Alun-alun Kidul Ditutup untuk Salat Id? Sultan Angkat Bicara
Setiap Salat Id Idul Adha, dia bisa meraup keuntungan hingga Rp 1 juta.
"Saya cuma jualan di sini pas Salat Idul Adha, itu pun bisa terjual sampai satu juta. Saya bawa 8 kg siomay," jelasnya.
Namun warga Wonosobo, Jateng tersebut tidak bisa berbuat apa-apa bila larangan Salat Id di Alkid benar-benar dilaksanakan. Dia terpaksa mencari tempat lain untuk berjualan.
"Ya mau gimana lagi, kan Alkid ini punya Keraton, kita sebagai rakyat tidak bisa apa-apa," ujarnya.
Sebelumnya beredar kabar salat Idul Adha Alkid pada tahun ini menjadi Salat Id terakhir.
Baca Juga:Pertama Kali Jadi Presiden, Prabowo Langsung Kurban 8 Sapi di Yogyakarta
Kabar itu diunggah di akun media sosial Facebook pribadi milik Muadz Andhika.
Meski unggahan tersebut telah ia hapus, tangkapan layar unggahan itu sudah terlanjur tersebar di media sosial termasuk di platform perpesanan seperti WhatsApp.
Muadz saat dihubungi membenarkan bila dia menulis unggahan dari informasi warga sekitar Alkid.
Dia mengunggah informasi itu pada Rabu (4/5/2025) dan kemudian menghapusnya di hari yang sama. Namun ia tidak mau membeberkan alasan menghapus unggahan itu.
"Iya [mengunggah informasi itu dan kemudian menghapusnya]. Tapi kejadiannya [dapat informasi larangan penggunaan Salat Id di Alkid tahun depan] Jumat (30/5/2025)," jelasnya.
Muadz mengungkapkan, informasi tersebut diterima saat ngobrol dengan salah satu warga sekitar Alkid. Meski begitu ia mengaku tidak mengetahui pasti kebenarannya.