- Muhammadiyah mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis guna memastikan kualitas gizi serta keamanan pangan.
- Organisasi ini menekankan pentingnya tata kelola profesional, transparansi anggaran, dan sistem pengawasan kuat agar program tepat sasaran.
- Muhammadiyah menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis pemerintah melalui jaringan Amal Usaha untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program nasional tersebut.
SuaraJogja.id - Muhammadiyah mendesak pemerintah melakukan pembenahan menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul berbagai kritik dan dinamika pelaksanaan yang muncul di sejumlah daerah.
Organisasi tersebut menilai evaluasi besar-besaran perlu dilakukan agar program unggulan nasional itu tidak kehilangan tujuan utamanya, yakni mencetak generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Direktur Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) M. Nurul Yamin mengatakan kritik yang berkembang harus dipandang sebagai bahan koreksi untuk memperkuat tata kelola program, bukan sebagai hambatan dalam pelaksanaannya.
Menurutnya, keberhasilan MBG tidak cukup hanya diukur dari besarnya jumlah penerima manfaat, tetapi juga harus ditopang oleh sistem pengawasan yang kuat, pengelolaan profesional, keamanan pangan yang terjamin, serta transparansi penggunaan anggaran.
Baca Juga:Jangan Asal Perluas! Pemda DIY Tuntut Sistem MBG Dibenahi Total Sebelum Masuk Kampus
"Berbagai kritik harus dijadikan momentum berbenah untuk memperkuat sistem pengelolaan," kata Nurul Yamin.
Muhammadiyah menilai program pemenuhan gizi masyarakat prasejahtera merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, kualitas pelaksanaan di lapangan harus menjadi perhatian utama agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat dan tidak menimbulkan persoalan baru.
Dalam pengawalan program tersebut, Muhammadiyah menekankan tiga pilar utama yang wajib menjadi standar, yakni keamanan pangan yang memenuhi prinsip halal, tayib, dan aman dikonsumsi, tata kelola yang amanah dan profesional, serta pengembangan ekosistem yang berkelanjutan.
Di tengah evaluasi yang terus dilakukan pemerintah terhadap pelaksanaan MBG, Muhammadiyah juga menyatakan kesiapan untuk terlibat sebagai mitra strategis melalui jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial guna memastikan program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Baca Juga:UPN Jogja Sebut Belum Ada Tawaran Resmi Kelola MBG, Pilih Fokus Ketahanan Energi