Kisah Mahasiswa Yogyakarta: Ubah Hambatan Kerja Paruh Waktu Jadi Peluang Karier

Mengeksplorasi pengalaman mahasiswa yang paruh waktu sambil menuntut ilmu, bagaimana mengelola waktu dan energi untuk tetap produktif.

Agung Pratnyawan
Kamis, 01 Januari 2026 | 16:51 WIB
Kisah Mahasiswa Yogyakarta: Ubah Hambatan Kerja Paruh Waktu Jadi Peluang Karier
Ilustrasi Mahasiswa kerja Paruh Waktu. [Diedit dengan Gemini AI]

Situasi ini sering kali membuatnya merasa terjepit, terutama ketika harus mengambil keputusan dengan cepat.

Muhammad Aliyul Himam Archam menemukan beberapa solusi praktis untuk mengatasi masalah yang dihadapinya. Ia mulai dengan membuat jadwal bulanan yang jelas.

"Saya mencatat dan mengatur jadwal kerja dalam satu tempat. Ini membantu saya melihat kapan harus fokus belajar dan kapan bisa bekerja," ujarnya. Saat di tempat kerja, ia memanfaatkan waktu istirahat untuk mengerjakan tugas.

"Saya sering menggunakan waktu istirahat yang satu jam itu untuk mencicil tugas. Setelah pulang kerja, saya tinggal melanjutkan apa yang sudah saya kerjakan," tambah Himam.

Baca Juga:Langkah Kecil di Kota Asing: Cerita Mahasiswa Perantau Menemukan Rumah Kedua di Jogja

Dengan cara ini, ia dapat menjaga kinerja akademiknya tanpa mengorbankan pekerjaannya.

Kandi Aulia Sekartami juga menerapkan strategi serupa melalui catatan dan pengingat.

Saya membuat daftar tugas dan rencana waktu. Misalnya, jika ada kuliah online, saya meminta izin kepada manajer untuk mengambil sedikit waktu istirahat,” ujarnya.

Pendekatan ini menjadikannya lebih disiplin dalam menjalani kewajibannya, baik di tempat kerja maupun di kelas.

Ferradia Febryana mengandalkan komunikasi yang baik dengan atasan dan dosen.

Baca Juga:Niat Bantu Teman, Malah Diteror Pinjol: Kisah Mahasiswa Jogja Jadi Korban Kepercayaan

"Saya selalu memberitahu bos tentang jadwal kuliah yang saling mengganggu, dan jika perlu, saya akan meminta penjadwalan ulang," ujarnya. Hal ini membuat Ferradia Febryana merasa lebih tenang dan tidak terbebani.

Keuntungan dari usaha dan manajemen waktu yang baik tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga menjanjikan dampak positif di masa depan. Muhammad Aliyul Himam Archam merasa lebih siap untuk masuk ke dunia kerja setelah lulus.

"Pengalaman bekerja ini membuat saya lebih percaya diri dan mahir dalam berkomunikasi dengan orang lain. Itu sangat penting bagi jurusan saya," ujarnya.

Kandi Aulia Sekartami menambahkan, "Keterampilan yang saya pelajari di tempat kerja tidak hanya relevan untuk karir saya, tetapi juga membantu saya dalam menyelesaikan tugas kuliah."

Dari pengalaman ini, ia merasa bahwa bekerja sambil kuliah adalah bentuk investasi diri yang positif.

Ferradia Febryana juga merasakan perkembangan dalam diri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak