- PP Muhammadiyah menyatakan tidak mengenal pelapor Pandji Pragiwaksono yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah.
- Organisasi tersebut menegaskan tidak pernah memberi mandat atau arahan untuk melaporkan Pandji ke pihak berwajib.
- Muhammadiyah mendukung kebebasan berekspresi tetapi berharap komika lebih bertanggung jawab dan cermat.
Gus Bach mengingatkan nilai etika dan keagamaan yang mengajarkan untuk tidak merendahkan atau mengolok-olok kelompok lain.
“Dalam ajaran agama, kita diingatkan jangan mengolok-olok suatu kaum, karena bisa jadi yang kita olok-olok itu lebih baik dari kita. Itu pesan moral yang kami sampaikan," ujarnya.
Muhammadiyah berharap polemik ini dapat menjadi pelajaran bersama, baik bagi pembuat konten, publik figur, maupun masyarakat luas, agar ruang kebebasan berekspresi tidak berubah menjadi ruang saling menyerang.
"Sangat disayangkan kalau potensi besar untuk menghibur dan mengedukasi justru berujung polemik karena kurang cermat. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pembelajaran agar ke depan lebih hati-hati, lebih adil, dan lebih bertanggung jawab dalam menyampaikan ekspresi di ruang publik," imbuhnya.
Baca Juga:Peringatan 80 Tahun Indonesia Merdeka, Wajah Penindasan Muncul jadi Ancaman Bangsa
Sebagai informasi, Pandji dalam penampilannya di Mens Rea menyampaikan materi yang dianggap mengandung unsur penghasutan dan penistaan agama. Salah satu materi Mens Rea yang dipersoalkan adalah pernyataan Pandji yang dinilai menuding NU dan Muhammadiyah terlibat praktik politik balas budi pada pemerintah, khususnya terkait pengelolaan tambang.
Kontributor : Putu Ayu Palupi