Populasi Elang Jawa Terancam Punah, Habitat yang Berkurang Drastis Jadi Penyebab

Elang Jawa hampir punah (511 pasang), habitat spesifik hilang. Kepunahan ganggu ekosistem. Perlu konservasi habitat & kolaborasi lindungi elang.

Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 21 Januari 2026 | 18:10 WIB
Populasi Elang Jawa Terancam Punah, Habitat yang Berkurang Drastis Jadi Penyebab
Burung Elang Jawa (Nisaetus bartelsi). (Dok. Istimewa/SEGS)
Baca 10 detik
  • Populasi Elang Jawa diperkirakan tersisa 1.000 ekor di 74 hutan Pulau Jawa, statusnya kini hampir punah.
  • Hilangnya habitat spesifik menjadi penyebab utama kepunahan, berdampak pada ketidakseimbangan ekosistem hutan.
  • Solusinya meliputi penetapan area konservasi habitat, larangan berburu tegas, serta kolaborasi berbagai pihak terkait.

SuaraJogja.id - Populasi Elang jawa (Nisaetus bartelsi) saat ini berstatus hampir punah. Jumlahnya kini diperkirakan hanya tersisa 511 pasang atau kurang lebih 1.000 ekor yang hidup di 74 hutan di Pulau Jawa. 

Dosen pemerhati satwa liar dari Fakultas Biologi UGM, Donan Satria Yudha, menilai keberadaan elang jawa yang kini mengalami status hampir punah disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu penyebab utamanya hilangnya habitat. 

Pasalnya syarat lokasi habitat Elang jawa sangat spesifik, sehingga tidak semua area pegunungan atau perbukitan di Jawa memenuhi kriteria tersebut. 

Habitat Elang jawa setidaknya memenuhi unsur hutan hujan tropis dengan heterogenitas tinggi serta adanya pohon menjulang tinggi (emergent tree). 

Baca Juga:Cekcok dengan Tetangga hingga Persoalan Warisan di Desa Masih Dominasi Masalah Hukum di DIY

"Area hutan memiliki potensi mangsa yang cukup seperti tikus, tupai, bajing, ayam hutan dan sebagainya, dan area hutan berada di pegunungan atau perbukitan dengan kemiringan lahan yang curam," kata Donan, Rabu (21/1/2026).

Kepunahan Elang Jawa akan berdampak pada berubahnya struktur komunitas dan kesehatan ekosistem di area tersebut.

Sebagai contoh, Elang Jawa memangsa bajing dan jelarang hitam, sementara itu bajing dan jelarang memakan buah-buahan dan biji-bijian di dalam hutan. 

"Jika Elang Jawa punah maka bajing dan jelarang populasinya akan meledak dan menjadi banyak karena tidak dikontrol oleh pemangsanya. Ketika populasi bajing dan jelarang terlalu banyak, maka tumbuhan berbuah dan berbiji di hutan akan cepat habis sebelum regenerasi tumbuhan muncul," paparnya.

Over populasi dari salah satu satwa di hutan akan menyebabkan ketidak seimbangan ekosistem secara menyeluruh.

Baca Juga:Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul

"Daya dukung tumbuhan hutan terbatas, jadi populasi hewan yang didukung oleh tumbuhan harus terkontrol. Itulah contoh nyata keanekaragaman dan keseimbangan ekosistem yang terganggu," paparnya. 

Untuk mengatasi permasalahan menurunnya populasi Elang Jawa tersebut, disampaikan Donna perlu adanya area konservasi habitat Elang Jawa. Terkhusus pada area bersarang, wilayah jelajah dan area berburu elang yang harus dilindungi oleh Pemerintah. 

Upaya konservasi lain dengan cara memperluas area konservasi elang jawa yang sudah ada, atau membuat kawasan perlindungan baru di sekitar kawasan perlindungan. Bentuk konservasi habitat bisa berupa Taman Nasional atau Cagar Alam. 

Disamping itu, pemangku kepentingan juga berkolaborasi dengan berbagai pihak yaitu antara pemerintah dengan akademisi dan peneliti, NGO, swasta dan masyarakat.

"Penerapan larangan berburu dengan hukuman yang berat dan jelas perlu sosialisasi disamping melakukan rehabilitasi dan pelepasliaran elang jawa," pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak