Disebut Termahal Kedua di Indonesia, Menelusuri Akar Pahit Biaya Hidup di Jogja yang Meroket

Biaya hidup di Yogya tertinggi ke-2 di Indonesia, didorong mahasiswa & wisatawan, bukan warga lokal. Sementara UMP-nya masih rendah

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 27 Januari 2026 | 19:31 WIB
Disebut Termahal Kedua di Indonesia, Menelusuri Akar Pahit Biaya Hidup di Jogja yang Meroket
Ilustrasi beban biaya hidup di Jogja. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Berdasarkan BPS 2025, Yogyakarta memiliki Pengeluaran per Kapita Rp 20,6 juta, menjadikannya kedua tertinggi di Indonesia.
  • Pakar ekonomi UGM menyatakan tingginya konsumsi dipicu mahasiswa pendatang dan wisatawan, bukan masyarakat lokal.
  • PHRI DIY membantah Yogyakarta mahal karena wisatawan domestik dan mancanegara masih sering melakukan kunjungan ulang.

Secara terpisah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY membantah anggapan yang menyebut Yogyakarta sebagai salah satu daerah dengan biaya hidup termahal di Indonesia.

Ilustrasi Hotel (gettyimages)
Ilustrasi Hotel

PHRI menilai narasi tersebut tidak sejalan dengan realitas di lapangan, khususnya dari sudut pandang pariwisata dan pengalaman wisatawan.

Ketua BPD PHRI DIY, Deddy Pranowo menyatakan selama ini DIY justru dikenal sebagai destinasi yang ramah di kantong, baik untuk wisatawan domestik maupun mancanegara.

Hal ini tercermin dari tingginya tingkat kunjungan ulang wisatawan yang datang ke Yogyakarta.

Baca Juga:Daya Beli Turun, UMKM Tertekan, Pariwisata Jogja Lesu, Pelaku Usaha Dipaksa Berhemat

"Kalau memang biaya hidup dan biaya berwisata di Jogja mahal, tidak mungkin wisatawan datang berulang kali. Faktanya, banyak wisatawan yang repeat visit dan merasa nyaman," paparnya.

Deddy menambahkan, persepsi wisatawan yang menilai Yogyakarta sebagai kota dengan biaya relatif terjangkau masih sangat kuat. Mulai dari akomodasi, kuliner hingga transportasi lokal dinilai memberikan nilai yang sepadan dengan kualitas layanan yang diterima.

Meski demikian PHRI tidak menampik adanya data resmi yang menyebutkan tingginya biaya hidup di Yogyakarta. Namun, data tersebut dinilai perlu dibaca dengan konteks yang lebih luas dan tidak serta-merta disamakan dengan biaya berwisata.

"Kami tidak menyalahkan data. Tapi jangan sampai data itu membentuk persepsi keliru di masyarakat, seolah-olah Jogja sudah tidak terjangkau," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga:7 Fakta Mengerikan di Balik Gas Tertawa yang Sedang Viral di Medsos, Bisa Berujung Maut!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak