7 Fakta Sidang Mahasiswa UNY Pembakar Tenda Polda DIY: Dari Pilox Hingga Jeritan Keadilan!

Mahasiswa UNY, Perdana Arie, akui bakar tenda polisi karena terbawa emosi massa. Niat awal vandalisme, ia juga ingin keadilan HAM, kini siap jalani tuntutan.

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 28 Januari 2026 | 16:03 WIB
7 Fakta Sidang Mahasiswa UNY Pembakar Tenda Polda DIY: Dari Pilox Hingga Jeritan Keadilan!
Persidangan kasus dugaan perusakan dan pembakaran tenda di Mapolda DIY terdakwa mahasiswa UNY Perdana Arie Variasa (PA), di PN Sleman, Selasa (27/1/2026). [Suara.com/Hiskia]
Baca 10 detik
  • Mahasiswa UNY, Perdana Arie Variasa, akui bakar tenda polisi saat sidang pembuktian di PN Sleman (27/1/2026).
  • Terdakwa membawa pilox dan korek, awalnya hanya ingin vandalisme namun terbawa emosi massa anarkis.
  • PA menyatakan motifnya adalah muak kekerasan negara, namun berjanji perjuangan HAM selanjutnya tanpa melanggar hukum.

Ia mengaku tujuannya membakar adalah untuk "ikut-ikutan" dengan massa yang sudah merobohkan gerbang dan melempar ke arah gedung Polda.

4. Tak Tahu Detail Pembakaran Mobil, Hanya Lihat Massa Mendorong 

Meski mengakui membakar tenda, PA menegaskan tidak mengetahui secara detail insiden mobil yang turut terbakar di lokasi kejadian. Ia hanya sempat melihat massa mendorong dan membalikkan mobil mendekati tenda, namun tidak melihat proses pembakaran mobil tersebut secara langsung.

5. Pakai Penutup Wajah Sejak Berangkat, Tujuannya Tutupi Identitas 

Baca Juga:Mahasiswi UNY Gandeng Gitaris Jikustik Ciptakan 'Balada Rasa': Debut yang Menusuk Kalbu

PA mengakui menggunakan penutup wajah saat aksi pembakaran tersebut. Ia sudah membawanya dari rumah dan memakainya sejak berangkat dari titik kumpul di UII Cik Di Tiro. Kepada majelis hakim, ia berterus terang bahwa tujuannya adalah untuk menutupi identitas dari aparat kepolisian.

6. Motif Utama: Muak dengan Kekerasan Negara dan Perjuangan Keadilan HAM 

Ketika ditanya majelis hakim mengenai motivasi yang mendorongnya turun ke jalan hingga berujung pada insiden di Mapolda DIY, PA tidak berbicara tentang perusakan. Ia mengungkapkan rasa keputusasaan terhadap akuntabilitas negara.

"Pertama karena saya ingin keadilan di negeri ini dapat terwujud. Saya sudah muak, saya sudah capek dengan kekerasan negara yang tidak pernah dipertanggungjawabkan oleh mereka," tegasnya, menunjukkan motivasi yang lebih dalam dari sekadar anarkisme.

7. "Kapok" Melanggar Hukum, Tapi Tetap Berjuang untuk HAM 

Baca Juga:Jalur yang Dilewati Iring-iringan Jenazah PB XIII di Yogyakarta, Polda DIY Siapkan Pengamanan Ekstra

Momen penting lain terjadi saat Penasihat Hukum menanyakan apakah proses hukum yang melelahkan ini membuatnya "kapok". Alih-alih mundur, PA menegaskan apinya untuk memperjuangkan Hak Asasi Manusia (HAM) tidak padam.

"Setelah menjalani masa-masa ini, saya tetap ingin memperjuangkan, khususnya Hak Asasi Manusia di Indonesia. Namun dengan cara yang tidak melanggar hukum," tegasnya, menunjukkan adanya perubahan perspektif setelah melalui proses hukum.

Perdana Arie Variasa didakwa dengan Pasal 187 ke (1) KUHP dan Pasal 406 ayat (1) KUHP. Setelah agenda pemeriksaan terdakwa ini, sidang akan kembali digelar pada Selasa (3/2/2026) mendatang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kasus ini menjadi pengingat penting akan dampak emosi massa dan konsekuensi hukum dari tindakan anarkis dalam menyampaikan aspirasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak